ABDYA, Sabtu (20/2/2021) suaraindonesia-news.com – Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH menyebutkan, kilang padi modern yang diresmikan itu memiliki sejumlah kelebihan dan nantinya diharapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat disana.
Kata dia, kilang padi itu dilengkapi mesin pengering gabah (drayer) dengan kapasitas 20 ton. Proses pengeringan menggunakan drayer bisa memakan waktu 7-8 jam, dengan kalkulasi itu maka kilang itu mampu mengeringkan gabah hingga 40 ton per hari. Selain itu mesin giling padi pada kilang itu bisa mengiling dengan kapasitas 1,5 – 2 ton per jam, keren bukan.juga dapat memproduksi beras kelas premium.
Lebih lanjut Bupati juga menjelaskan, kilang padi ini milik Pemkab dibangun oleh CV. Fajarindo Utama menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD tahun 2019 sebesar Rp. 7,752. miliar lebih.
“Kilang padi modern tersebut selama lima tahun kedepan akan dikelola pihak ketiga yaitu PT. Semangat Bersama Entrepreneurship (SBE). Perusahaan berasal dari Jakarta tersebut secara resmi mulai mengelola kilang padi tersebut setelah menandatangani kontrak kerja dengan Pemkab Abdya pada tanggal 17 Februari 2021 selama lima tahun dengan setoran Rp.250 juta pertahun,” tuturnya. kamis (28/2/2021).
Namun ditengah pendemi Covid-19, membuat tim susah untuk turun ke Abdya sehingga pelaksanaan pengoperasian menjadi terhambat. Kilang padi modern tersebut dibangun agar harga gabah bisa mensejahterakan petani. Jika harga gabah kurang dari Rp. 4.200 perkilogram maka Bulog wajib membelinya. Karenanya jangan pernah menilai kalau pemerintah tidak memihak kepada petani dan pemerintah juga harus berpihak kepada pembeli beras juga.
Di kesempatan itu Bupati Akmal juga berpesan kepada Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyiapkan benih padi ungguk kelas premium dan yang berumur genjah agar bisa panen tiga kali dalam setahun. Sebelum itu, dinas juga harus mengevaluasi Keujrun Blang (ketua adat sawah), yang selama ini tidak patuh harus diganti. Terkadang keujrun blang sering memperlambat-lambat proses tanam sehingga tidak serentak. Dia juga mengingatkan seluruh petani Abdya untuk menghilangkan jiwa malas, dengan tujuan petani Abdya bisa lebih sejahtera.
“Dengan diresmikan kilang padi ini, saya berharap kepada pengelola agar segera membeli padi petani dengan harga yang bisa bermanfaat untuk petani. Mulai besok langsung beli gabah dari petani,” tuturnya.
“Semoga dengan hadirnya kilang padi ini bisa membantu para petani Abdya terutama dalam hal proses jual beli gabah yang selama ini dikeluhkan,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak patani agar menanam bibit padi unggul agar hasil berasnya bisa premium dan enak sehingga bisa membuat harga gabah naik.
“Kalau kualitas benihnya baik dan rasa berasnya enak tentu hasil gabah yang akan kita jual harganya juga tinggi, tetapi saat ini yang terjadi, kualitas benih rendah, rasanya tidak enak, lalu kita berharap agar hasil gabah bisa terjual mahal, tentu tidak mungkin,” kata Bupati peduli pertanian itu.
Akmal menyebutkan agar petani bisa mendapat penghasilan lebih besar bisa menerapkan pola tanam setahun 3 kali.
“Jika kita mampu menerapkan pola tanam setahun 3 kali panen tentu hasilnya lebih banyak, meski harga gabah hanya Rp 4 ribu per kilogram,” lanjutnya.
Diakhir sambutanya Bupati Akmal juga berpesan, kepada Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyiapkan benih padi ungguk kelas premium dan yang berumur genjah agar bisa panen tiga kali dalam setahun. Sebelum itu, dinas juga harus mengevaluasi Keujrun Blang (ketua adat sawah), yang selama ini tidak patuh harus diganti. Terkadang keujrun blang sering memperlambat-lambat proses tanam sehingga tidak serentak. Dia juga mengingatkan seluruh petani Abdya untuk menghilangkan jiwa malas, dengan tujuan petani Abdya bisa lebih sejahtera.
“Dengan diresmikan kilang padi ini, saya berharap kepada pengelola agar segera membeli padi petani dengan harga yang bisa bermanfaat untuk petani. Mulai besok langsung beli gabah dari petani,” tuturnya.
Reporter : Nazli
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful












