SURABAYA, Rabu (7/10/2020) suaraindonesia-news.com – Guna mengimplementasikan maksud dan tujuan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan & Anak (TRC PPA), Jeny Claudya Lumowa sosok ke ibuan yang akrab di sapa Bunda Naumi, yang tak lain adalah Koordinator Nasional (Kornas) TRC PPA rela keliling 12 Provinsi di Indonesia.
Kepada awak media, Bunda Naumi menyampaikan, Perjalanan sebagai Kornas TRC PPA dalam 3 bulan terakhir cukup melelahkan, dengan di dampingi bendahara umum (Bendum) Slamet Agus Riyanto.
“Saya telah mengadakan kunjungan di 12 Provinsi, di Indonesia. Start dari Surabaya, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Maluku Tengah, Riau, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Jambi,” ucap Bunda Naumi.
“Alhamdulillah, Semua berjalan baik dan lancar walaupun banyak tantangannya. Dari kunjungan yang kami lakukan, kami mendapatkan laporan dari Tim tentang berbagai masalah dan karakter masyarakat masing – masing wilayah,” tuturnya lagi.
Menurutnya, Sulawesi tengah, cukup tinggi angka kekerasaan terhadap perempuan dan anak, Sulawesi Utara sementara heboh dengan persiapan pilkadanya, untuk Kalimantan Timur info yang masuk cukup tingginya kejahatan pencabulan terhadap anak.
“Saat masuk NTB, kami sempatkan waktu menghadap Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal di kediamannya, kami berceita tentang seorang polwan anggota Polres Dompu yang sempat jadi perbincangan di sosmed, di kabarkan saat bertugas Pam Jaga Demo, sang polwan membawa anaknya. Sekilas memang kurang baik saat Pam Jaga Demo libatkan anak, dll,” terangnya.
Dari cerita itu, saat perjalanan balik ke Surabaya, Jawa Timur, ia mengaku merenung, selama jadi aktivis perlindungan perempuan dan anak, baru kali ini menemukan kisah seperti ini.
“Wajib publik tau cerita sebenarnya, Polwan tersebut saat mengamankan demo unjuk rasa di telpon oleh suaminya yang juga anggota polisi, memberitahukan bahwa anaknya rewel dan suaminya membawanya menemui ibunya di lokasi demo yang saat itu masa pendemo sudah bubar, Ibunya langsung menggendong sang anak dan membawanya di tempat teduh di balik mobil pengamanan, tak lama anaknya tertidur pulas dan dibawa pulang kembali oleh sang suami,” ujarnya.
Ia mengaku kisa nyata ini membuat jiwa dan nuraninya sebagai ibu mengatakan hebat sekali polwan ini, kasih sayangnya terhadap anaknya tak pernah terbatasi oleh tugas yang di emban sebagai seorang abdi negara tetap disiplin melaksanakan tugas, namun tak lupa juga bahwa ia adalah seorang ibu.
“Terlintas dalam benak saya, andai
Ruang Aman telah tersedia di setiap sudut kota khusus untuk ibu yang menyusui anaknya dimana orang tuanya sedang bertugas, mungkin akan lebih nyaman dan aman,” terang Bunda Naumi.
“Sebagai aktivis semestinya kita bisa menciptkan solusi, bukan hanya tuntutan yang tidak mendasar,” tegasnya.
Diberbagai wilayah, kata Bunda Naumi, TRC PPA selalu bermitra dengan Unit PPA Polres dan Polda, kami selalu usulkan bagaimana agar tercipta suasana humanis dan ramah anak, sehingga memberi rasa nyaman disaat warga mengadu.
“Ini era respon cepat dan memberi solusi, bukan era caci maki tanpa solusi,” pungkas Bunda Naumi.(red)












