nur hadi korban penganiayaan

Perbaiki Saluran HIPPA, Nur Hadi Di Hajar Sampai Pingsan

JEMBER, Suara Indonesia-News.Com-Nur Hadi (53) warga Dusun Batas RT 01/RW 09, Kecamatan Sumber Jambe, Jember, Jawa Timur, menjadi korban penganiayaan yang di lakukan oleh Syukur /P.Pat (40) warga Dusun Suko Kebun, Desa Pringgondani dan Dayat (35) beserta Zaini Anaknya yang keduanya beralamat Taman Burnih, Desa Pringgondani.

Kejadian tersebut berawal saat korban memperbaiki saluran Hippa, tiba-tiba didatangi Syukur CS dan langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi kepada korban hingga tak sadarkan diri.

Bukti Laporan Polisi
Bukti Laporan Polisi

“Kejadian bermula saat saya memperbaiki saluran HIPPA, tiba-tiba di datangi oleh Syukur CS, tanpa basa basi, lantas melayangkan pukulan ke wajah saya  bertubi-tubi hingga saya tak sadarkan diri,” Kata Nur Hadi kepada Suara Indonesia online saat di temui di rumahnya, Sabtu (30/5/2015).

Menurut Nur Hadi, kejadian penganiayaan tersebut terjadi di depan rumah Munir Kades lama. Hingga datang sejumlah warga untuk melerai, warga pun membawa korban ke rumah Abd. Bazid ketua (HIPPA), selanjutnya oleh Abd Bazid  Langsung di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus di lakukan Visum.

Sementara menurut keluarga korban, penganiayaan yang di lakukan oleh Syukur CS, di duga bermotif dendam, pasalnya, korban mengetahui prilaku Dayat selaku keamanan Desa, selama ini dayat telah menjual saluran air bersih kewarga seharga 1.600.000.00.

Kejadian penganiayaan tersebut di benarkan oleh Brigpol One Doni salah satu anggota polsek sumberjambe.

“Benar kami telah melakukan penangkapan kepada tersangka Syukur, pada hari jumat tgl (29/5/2015), yang tiga masih buron, berdasar laporan korban ke Mapolsek Sumber Jambe, kemudian kami melakukan penyidikan di lapangan,” Jelasnya.

Pihak Mapolsek telah melakukan pemanggilan kepada para tersangka, namun tidak di indahkan, hingga pemanggilan ke dua sampai penangkapan hari sabtu (30/5/2015).

“Tersangka Syukur sudah kami kirim ke Mapolres Jember,” terang Brigpol One Doni saat di konfirmasi di kantornya. (Didik).