RegionalSosial Budaya

Yayasan LKCB Kenalkan Lasem Jateng Dengan Foto Sejarah Lasem Tempo Dulu

129
×

Yayasan LKCB Kenalkan Lasem Jateng Dengan Foto Sejarah Lasem Tempo Dulu

Sebarkan artikel ini
IMG 20191128 055303
Puji Darsono (Dhalang Gondrong) sedang memberi sambutan dalam acara pameran foto Lasem tempo dulu.

REMBANG, Kamis (28/11/2019) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka memperkenalkan Lasem Jateng sebagai kota cagar budaya, Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB), Rabu (27/11) adakan pameran foto sejarah tentang Lasem Jateng.

Pameran akan berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 27-3 Desember, bertempat di Pendopo Tejokusuma halaman Masjid Jami’ Lasem.

Ketua yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) Puji Darsono (Dhalang Gondrong) menjelaskan kita melihat perkembangan Lasem yang sangat lambat sekali, sudah sepantasnya kita sebagai warga lasem, mengangkat semua sejarah dan tokoh- tokoh lasem yang selama ini mulai ditinggalkan.

150 foto sejarah tentang Lasem yang di pamerkan meliputi foto kerangka manusia austronesia 2500 th SM, situs megalitikum, patung kepala Buddha di Sriombo yang diperkirakan era Majapahit, foto candi malad, dewi indu/bhre Lasem di Desa Gowak, dan foto-foto masa peralihan Hindu Buddha ke Islam dan masa kolonial.

“Pameran ini dalam rangka sosialisasi sejarah Lasem kepada masyarakat umum termasuk para pelajar SD – SMA,” terang Puji Darsono.

Dalam sambutannya, anggota DPR RI H.M Arwani Thomafi mengatakan memang menarik sekali ketika melihat lebih jauh tentang lasem dan sejarahnya, sejarah tentang masuknya islam di tanah jawa dan tokoh- tokoh lasem, lasem terkenal sebagai kota toleransi dan pusat pengembangan pendidikan pensantren.

“Lewat rangkaian acara dan pameran ini, masyarakat akan tahu lebih banyak tentang cagar budaya dan permuseuman,” ucapnya.

“Kita mengajak kepada para pemuda penerus bangsa, kita harus mencintai leluhur kita dan sejarah leluhur kita, jangan sekali-sekali melupakan sejarah,karena dari sejarah itu kita ada,” pungkasnya.

Reporter : Minan
Editor : Amin
Publisher : Oca