KOTA BATU, Jumat (4/10/2019) suaraindonesia-news.com – Walikota Malaka Malaysia Muhammad Rafi Bin Ibrahim memuji system pelayanan tempat wisata di kota Batu dan mengapresiasinya. Karena pengurusannya sangat teratur dan pekerjanya cukup disiplin.
Meski jumlah kunjungan wisatawan jauh berbanding kecil dengan kota Batu, yakni kota Batu kunjungan wisatawan haanya berkisar 6 juta orang pertahun sedangkan Malaka pertahunnya kunjungan wisatawan sekitar 20 juta orang baik wisatawan lokal maupun asing. Namun demikian Malaka tetap tertarik menjalin kerjasama dengan Indonesia dalam hal pengembangan wisata.
“Ini yang menjadi pertimbangan kerjasama dengan kota Batu di Batu Secret Zoo, Selain kepengurusannya yang teratur dan pekerjanya disiplin, juga terdapat kawasannya yang cantik dan indah,” kata Muhammad Rafi Bin Ibrahim saat ditemui usai Penandatanganan Kerjasama Kebun Binatang Melaka (Melaka Zoo) & Batu Secret Zoo, di Hotel Pohon Inn kota Batu, Jumat (4/10/2019).
Oleh karenanya, dengan kepengurusanyang teratur, pekerja yang disiplin dan kawasannya yang cantik, kata dia, Kebun binatang Malaka ingin bekerja sama dengan Batu Secret Zoo-Jatim Park 2.
“Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemitraan antar dua Lembaga Konservasi dalam dan luar negeri,” tutur Muhammad Rafi Bin Ibrahim yang juga sebagai President Hang Tuah Jaya.
Sementara itu Ronny Sendjojo Direktur Jatim Park 2 mengatakan bahwa kerjasama ini adalah kelanjutan dari upaya kebun binatang Melaka untuk mengembalikan masa-masa kejayaan mereka.
“Penandatanganan kerja sama ini diikuti dengan kunjungan tiga hari oleh tim kebun binatang Melaka ke Batu Secret Zoo dan beberapa park dibawah naungan Jawa Timur Park Group yang dipimpin langsung oleh, Bapak Walikota Malaka,” jelas Ronny.
Kata dia, pihak Kebun Binatang Melaka memilih Batu Secret Zoo sebagai partner untuk program pengembangan antar dua lembaga konservasi karena Batu Secret Zoo merupakan salah satu lembaga konservasi terbaik di Asia (No 9 Best Zoo in Asia & No 5 Best Destination Site in Asia by TripAdvisor) dan merupakan lembaga konservasi yang memiliki berbagai macam species satwa unik baik dari Indonesia maupun negara lain.
Mengenai Kebun Binatang Malaka, lanjut dia, Kebun Binatang Melaka didirikan pada tahun 1963, yang mana merupakkan kebun binatang terbesar di Malaysia dan saat ini dibawah naungan Majilis Perbandaraan Hang Tuah Jaya (MPHTJ) sejak 1 Oktober 2018. Dengan motto perlindungan alam, Pendidikan dan Rekreasi.
“Kebun Binatang Melaka adalah tempat wisata yang paling cocok untuk pecinta hewan. Dengan lebih dari 500 binatang dari 150 spesies yang berbeda dari seluruh dunia, konsep kebun binatang ini terbuka untuk masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Adi wiyono
Editor : Amin
Publisher : Marisa












