64 PKL Taman Alun-Alun Pasirian Tetap di Halaman Pasar Pasirian

oleh -27 views
Bupati dan Wabup saat bertemu dengan PKL

LUMAJANG, Kamis (5/3/2020) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur bakal melakukan penataan kembali dan menyediakan tempat alternatif untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Alun-alun Pasirian, sehingga tamannya bisa tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

“Pemerintah tetap berkeputusan untuk memastikan bahwa ruang publik seperti Alun-alun maupun taman, bisa menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi masyarakat. Dan, saya tidak mau ini kotor dan saya tidak mau Alun – alun Pasirian tidak tertata rapi,” kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) dalam diskusinya dengan Perwakilan PKL di sekitaran Alun-alun Pasirian, bertempat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang.

Cak Thoriq juga mengatakan, bahwa hingga saat ini data yang telah terhimpun melalui salah satu perwakilan PKL, terdapat sekitar 64 pedagang yang membuka lapak di persekitaran Taman Alun-alun Pasirian. Namun, pemerintah daerah tetap akan memindahkan para PKL ke tempat alternatif yang telah disepakati sebelumnya, yakni halaman Pasar Pasirian.

Lanjut dia, dirinya juga berkeputusan akan memperlebar tempat alternatif para PKL tersebut untuk berjualan, dengan membongkar pagar Pasar Pasirian sehingga ada ruang untuk pedagang bisa berjualan, dan Taman Alun-alun Pasirian bisa tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

“Komitmen tak hanya kulinernya. Namun, kami juga meminta agar tempat alternatif ini nantinya juga bersih dan tertata rapi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) mengungkapkan, bahwa setelah mendapatkan tempat alternatif untuk berjualan, dirinya juga meminta agar PKL dapat mengutamakan hal-hal yang mendasar, misalnya menjaga masing-masing lapak dagangannya tetap bersih dan rapi.

Menurut dia, apabila tempat alternatif yang telah disediakan bersih, tentu akan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

“Jadi rundingkan pada teman-temannya, karna PKL harus dituntut mengutamakan kebersihan,” paparnya.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, menyampaikan kalau taman itu khusus untuk RTH saja.

“PKL tidak boleh berjualan disana dan mereka akan ditata di Pasar Pasirian,” pungkasnya.

Dari pantauan awak media, setelah pertemuan tersebut berakhir dengan happy ending.

Reporter : Fuad
Editor :
Publiser :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *