SUMENEP, Jumat (7 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Musyawarah Anggota Ikatan Mahasiswa Kangean Malang (IMAKA) dengan Tema ‘Menjunjung Tinggi Asas Kekeluargaan, Sehingga Terbentuk IMAKA Yang Harmonis’ yang diselenggarakan 06-07 Juli 2017 berjalan dengan baik.
Walau dalam prosesnya mulai kemarin berjalan alot, seperti yang disampaikan oleh Ketua Pantia Pelaksana Mamang kepada Awak Media, Hari ini, Jumat (7/7).
“Bersyukur sudah selesai, walau dari awal terutama pada sidang-sidang Pleno kemarin sempat ada perseteruan dari peserta Musyawarah Anggota, yang paling panas dan hampir terjadi Chaos soal tata tertib pemilihan Ketua anggota Formatur dan itu biasa dalam dinamika forum,” katanya.
Dalam Musyawarah ini, selain membahas tentang perbaikan dan Program Organisasi, juga memilih Ketua Umun dan anggota formatur, dimana dalam pemilihan MA tadi telah terpilih saudara Hairul sebagai Ketua Umum IMAKA Periode 2017-2018.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum terpilih Hairul menyatakan, dirinya siap memimpin IMAKA kedepan, karena ini sebagai amanah yang benar-benar dipertanggung jawabkan, sehingga bisa menuai hasil maksimal.
“Ini amanah yang diberikan kepada saya, sehingga penting untuk bisa dimaksimalkan, sehingga cita-cita IMAKA yang belum sempat diraih, disini kita capai,” ujar dia.
Hairul yang masih aktif sebagai Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, ketika ditanya program apa yang menjadi prioritas dalam kempemimpinan nantinya.
Dengan bahasa yang lugas, yang terpenting saat ini bagaimana Organisasi yang bersifat kedaerahan (ORDA) IMAKA mampu mengakomudir seluruh anggotanya.
Dengan berjalannya waktu saat ini IMAKA berpotensi terurai. “Awal-awal kami bersama pengurus dan anggota lebih kepada bagaimana bisa menyatukan anggota IMAKA yang terancam terurai, tentu setelah itu baru bicara program-program yang strategis yang bermamfaat bagi warga Kepulauan Kangean,” pungkasnya.
Karena sebuah Organisasi tidak akan bisa berbuat apa-apa jika diinternal masih semraut dan tidak terorganisir dengan baik.
“Ini tantantangan besar bagi saya untuk bisa menyelesaikan persoalan yang sangat besar dan urgen,” imbuhnya.
Oleh karenanya disini selain dituntut berfikir cerdas, juga harus berhati-hatian.
“Karena salah sedikit maka kehancuran organisasi ini bisa bener terjadi,” tutup Hairul.
Diceritakan, sebelumnya telah terjadi MA oleh kelompok lain yang diselenggarakan pada tanggal 02/07/2017 lalu. Namun MA itu ditolak oleh sebagian besar Anggota Orda IMAKA.
“Karena selain ketidak ada keterbukaan dari pihak penyelanggara dan pengurus, juga dianggap tidak representatif atau tidak quorum,” pungkasnya. (Hsn)












