5 SKPD Kurang Produktif, APS Ngluruk Kantor Bupati Sumenep

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi pemuda sumenep (APS) saat berorasi di depan kantor bupati Sumenep

Reporter : Fjr

Sumenep, suaraindonesia-news.com – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi pemuda sumenep (APS) ngluruk kantor bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (21/04/2016).

Mereka menyoroti kinerja 5 SKPD kabupaten Sumenep di antaranya Dinas pendidikan, Dinas PU. Cipta Karya, Disbudparpora, BAPPEDA, dan RSUD MOH. Anwar yang dinilai tidak produktif keberadaannya dan terkesan hanya sebagai formalitas saja, tidak sepenuhnya  mendukung terhadap program pemerintah dalam membangun Sumenep.

“Lebih baik ganti saja kepala dinasnya, karena beberapa tahun terakhir ini lima SKPD itu tidak produktif,” ungkap korlap aksi APS, Imam Arifin.

Ditegaskan Imam, buktinya, tidak ada pendidikan berbasis kebutuhan lokal, kurangnya tenaga guru yang mencapai seribu lebih, tegasnya.

PU Cipta Karya gagal mengentaskan terjadi banjir pada saat hujan tiba, seperti di jalan Seludang, jalan Basuki Rahmad, jalan Adirasa. Yang notabene keberadaannya di kota.

“Selama ini apa yang dikerjakan dinas PU Cipta Karya. Harusnya tata ruang kota menjadi program prioritasnya,” ujar Imam.

Ia menilai, Disbudparpora gagal menginventerisasi situs peninggalan sejarah sehingga beberapa situs menjadi milik kabupaten lain.

“Bappeda sebagai SKPD yang mempunyai wewenang merencanakan pembangunan, juga gagal melakukan perencanaan pembangunan. Salah satu bukti, molornya pembahasan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Bagaimana pariwisata Sumenep bisa berkembang kalau Rippdanya tidak ada,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here