P3010186

Rumah Ambles, Empat Kepala Keluarga Diungsikan

Reporter : Adi Wiyono

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Sebanyak empat kepala keluarga  (KK) di RT 04   RW  08 Dusun Jeding desa Junrejo kecamatan junrejo kota Batu diungsikan ke tempat yang aman akibat  separuh  rumah mereka ambles dan longsor yang terjadi tengah malam, Selasa (1/3/2016 ).

Beruntung dalam peristiwa itu tidak sampai memakan korban jiwa, sebanyak 10 anggota keluarga selamat, namun akibat peristiwa itu mereka mengalami kerugian puluhan juta rupiah, ruang dapur beserta peralatannya  dan kandang  kambing hancur berantakan.

Sutik salah satu korban tanah ambles mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pada malam hari,  sebelum terjadi peristiwa terjadi  itu didahului  dengan   hujan deras dan angin kencang.

“saya semula tidak mengira  kalau akan terjadi tanah ambles, saya kira  getaran yang terjadi  itu getaran kendaraan  bus atau truk, tapi tidak tahunya itu getaran tanah ambles disertai longsor” kata dia.

Kejadian  tanah ambles itu  kata Sutik terjadi tidak hanya sekali tetapi  terjadi tiga kali mulai pukul 11 malam hingg jam satu malam, karena untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan empat keluarga itu memilih keluarga dari rumah untuk menyelamatkan diri.

Diceritakan Sutik, empat KK itu  selain  dihuni oleh  dirinya juga dihuni oleh keluarga  Reni, Pirti dan Mulyono, namun semuanya itu selamat dari maut.

Sementara itu Andi Faisal kepala desa Junrejo mengatakan, empat KK rumah ambles itu harus diungsikan karena kondisinya tidak aman dan berbahaya, karena bisa dimungkinkan terjadi peristiwa susulan.

“Untuk itu  Empat KK harus diungsikan ke tempat yang aman. Perangkat desa, RT, RW hari ini  untuk melakukan pengamanan dan mengevakuasi barang mereka ke tempat yang aman,” kata Andi Faisal.

Menurut dia, Di RW 08 yang kondisinya berbahaya itu ada sekitar  50 KK,   berbahaya karena  didalam areal rumah mereka didalam tanah mereka  terdapat galian pasir yang dilakukan puluhan tahun lalu yakni sekitar tahun 1980 an, artinya disekitar rumah itu terdapat terowongan-terowongan yang berbahaya.

Kepala BPBD Kota Batu,  Sasmito juga mendesak kepada pemiliki rumah di empat KK itu untuk mengosongkan karena rumah yang ditempainya dalam keadaan  bahaya.