23 Imum Mukim & 23 Sekretaris Mukim Ikut Rakor Sosialisasi Pemilihan Utusan Tuha Lapan Wali Nanggro Aceh

oleh -82 views

Suara Indonesia-News.Com, Blangpidie_Aceh Barat Daya – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali mengelar kegiatan Rakor mukim se-Abdya, melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan keluarga Sejahtera,(BPM,PP & KS). Pantauan sejumlah awak media, kegiatan yang  berlangsung satu hari penuh tersebut diikuti 46 orang peserta yang terdiri dari unsur mukim dan sekretaris mukim didalam sembilan Kecamatan Wilayah Abdya yang berlangsung diaula kantor setempat berjalan tertip dan lancar. kamis (23/2015).

Kepala BPM,PP&KS Edi Darmawan, S.Sos.MM dalam sambutan pembukaan rakor mukim se-Abdya mengatakan pelaksanaan sosialisasi dan pemilihan utusan wali nanggro ini sesuai dengan amanah UU No 6 tahun 2014 tentang pemerintahan desa dan sekalian pelaksanaan sosialisasi program Sistim Adimistrasi Informasi Gampong (SAIG).

“dalam kegiatan ini awalnya kita lakukan sosialisasi SAIG yang dipandu langsung oleh koordinatornya, kemudian baru dilanjutkan dengan pemilihan utusan abdya untuk lembaga tuha lapan wali nanggro Aceh”. Pungkasnya

Edi menjelaskan, Keberadaan tuha lapan wali nanggro saat ini sebagai jalur koordinasi para mukim se-Aceh untuk menyampaikan peran mukim dimasing-masing kemukiman, sesuai dengan UU No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“kemukiman itu merupakan serata pemeritah dibawah kecamatan diatas gampong”. Ucapnya

Lanjutnya, hal ini harus diperdayakan oleh pemerintah Aceh melalui imum mukim yang terpilih dari utusan daerah sebanyak 2 orang atas nama M.Nur Ahmadi dan Irjua Risman. “saat ini kedua imum mukim terpilih tetap berkantor di daerah (BPM,PP&KS) ketika rapat besar diprovinsi utusan didaerah tersebut akan diundang, jadi mereka tidak harus berdomisili di Banda Aceh”. jelasnya.

Disamping itu, Edi merencanakan akan membuat pelatihan untuk aparatur gampong “ setelah pelantikan Keucik hasil pilkades bulan lalu, insyaallah pada tanggal 11/12 Mai 2015 mendatang kita akan melaksanakan pelatihan untuk aparatur gampong tentang pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari dana gampong dan dilatih oleh pengurus ULP Abdya dan tim dari Provinsi Aceh”. Tambahnya.

Menurut Edi, tujuan pelaksanaan pelatihan untuk aparatur gampong ini semata-mata agar kedepan tidak terjadi temuan tumpang tindih terkait program yang diusulkan oleh aparatur gampong. “supaya dalam hal memprogramkan pengadaan barang dan jasa tidak terjadi kesalahan nantinya, makanya kita melakukan program ini sesuai dengan intruksi dari bidang Ekobang Setdakab”. Paparnya.(N).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *