20 Proyek Propinsi Diduga Jadi Ajang Bancakan, LSM IK Tuding Kabid DPKPP Tutup Mata

Proyek rigid beton dari Propinsi baru beberapa hari sudah retak dan pecah.

INDRAMAYU, Sabtu (9/11/2019) suaraindonesia-news.com – Proyek rigid beton sebanyak 20 titik yang tersebar di 20 Desa se Kabupaten Indramayu dengan anggaran milyaran rupiah dari Propinsi melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga jadi ajang bancakan para oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya, selain beberapa titik pekerjaannya diduga asal jadi, proyek rigid beton tersebut baru dibangun beberapa hari sudah retak dan pecah.

Menurut kordinator Kecamatan LSM IK (Inovasi Kemaslahatan) Indramayu, Dulbari, mengatakan ini menandakan tidak berkualitasnya proyek tersebut, karena kuat dugaan, para oknum kontraktor mencari keuntungan besar.

“Untuk itu, Dinas DPKPP harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, proyek rigid beton dari Propinsi untuk 20 Desa yang nilainya mencapai milyaran rupiah diduga jadi makanan empuk para oknum yang lihai dalam bermain proyek untuk memperkaya diri sendiri dan diduga kuat ada oknum Dinas DPKPP yang menerima uang fee / pelicin proyek sehingga dampak pekerjaannya pun terkesan asal jadi.

Reporter : Sono
Editor : Amin
Publisher : Oca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here