SURABAYA, Suara Indonesia-News.Com – Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan yang dikembangkan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bersama PT AKR Corporindo, mendapat pujian dari Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (P2I) Dr. Imam Haryono. Kawasan industri yang berlokasi di Manyar, Gresik, Jawa Timur itu, dinilai bisa disebut sebagai kawasan industri bintang lima.
’’Layaknya hotel, ada hotel bintang satu, ada juga bintang lima. JIIPE yang dibangun PelindoIII bisa dikatakan bintang lima karena terintegrasi dengan berbagai fasilitas,’’ kata Imam Haryono, saat tampil sebagai pembicara dalam Konferensi Nasional Bisnis Maritim dengan tema Peluang Bisnis dan Investasi Pengembangan Industri di Kawasan Timur Indonesia yang digelar di Terminal Gapura Surya Nusantara, PelabuhanTanjung Perak, Surabaya, Rabu(28/10).
Keberadaan JIIPE menurut Imam juga sejalan dengan rencana pemerintah yang menetapkan rencana pembangunan kawasan industri modern, yang terintegrasi dengan pelabuhan, industri penopang, bahkan jugadengan area bisnislainnya.
Model kawasan industri modern itulah, lanjut sia, yang menjadi target pemerintah saat ini untuk lebih banyak lagi dibangun, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Pada kesempatan itu, Imam juga memaparkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) yang antara lain mencantumkan rencana pengembangan 36 kawasan industri baru sepanjang 2015-2035. 14 di antaranya, akan dibangun sepanjang 2015-2019, dengan 11 kawasan industri baru itu akan dibangun di kawasan Timur.
Imam juga memaparkan rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) baru tentang kawasan industri dalam waktu dekat, untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan industri baru.
Selain Imam Haryono, konferensi yang digelar Pelindo III bersama Majalah BUMN Insight dan PPM Manajemenitu, juga menampilkan tim ahli sistem logistik nasional (sislognas) Kementerian Koordinator Perekonomian, dr Hoetomo Lembito sebagai pembicara. Hoetomo lebih banyak memaparkan upaya pemerintah dalam memperbaiki sislognas, antara lain dengan pembenahan pelabuhan lama maupun pembangunan pelabuhanbaru.
’’Intisi slognas ada tiga. Ada barangnya, adakapalnya, ada pelabuhannya. Jadi, sayasetuju, tidak bisa hanya mendatangkan kapal tollaut, serta membenahi pelabuhan, tapi juga membangun industri di timur, sehingga logistik dari Barat ke Timur, dan sebaliknya, seimbang,’’ katanya.
Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, saat ditemui di tengahacara, mengungkapkan pentingnya dukungan pemerintah untuk terus mengembangkan infrastruktur pelabuhan agar program Tol Laut bisa berjalanbaik. “Terutama peningkatan pelabuhan di wilayahtimur (Indonesia), janganhanyamengandalkan BUMN untukpelabuhan di kawasanekonomi yang masihkurang. TolLauttidakakanefisienjikapelabuhan di (Indonesia) baratdantimurtidakseimbang”, ujarnya.
LebihlanjutDjarwoSurjantomengungkapkan, setidaknyaharussudahadarencana yang jelasuntuk 24 pelabuhanstrategis yang telahditentukanolehPresidenJokoWidodo.”Minimal 24 pelabuhanitusudahbagus di tahun 2018 atau 2019. Karenasekalilagi, level of service pelabuhan di kawasanbaratdantimurharusberimbangdan 24 pelabuhantersebutmemegangperananpentinguntukmenekanbiayalogistik”, tambahnyalagi.
Selainpresentasidari Imam HaryonodanHoetomoLembito, padaharipertamakonferensi yang dibukaKomisarisUtamaPelindo III HariBowoitu, jugadiisidenganpeluncuranbuku ‘’SemuaUntukNegeri. TransformasiPelindo III menuju Perusahaan KelasDunia’’.Pesertakonferensi yang berasaldarikalanganpengusaha, birokrasi,danakademisidariberbagaidaerah di Indonesia ini, jugadiajak site visit ke Terminal TelukLamongdan JIIPE, duaproyekutamaPelindo IIIsaatini.
Padaharikeduakonferensi, Kamis (29/10), tampilsebagaipembicaraDirekturUtamaPelindo III DjarwoSurjantodanDirekturUtama PT BerkahKawasanManyar Sejahtera BambangSoetionoyang memaparkantentang JIIPE.“Karena logistic cost antarapabrikdenganpelabuhanharusditekan, maka JIIPE sebagaikawasanterpadumenjadisolusiuntukmeningkatkanefisiensidanproduktivitas”, jelasBambangSoetiono.
Lalu, diskusi panel dengantigapengelolakawasanindustri di timur.Yakni, KawasanIndustriBantaeng, KawasanIndustriKariangau,danKawasanIndustriMorowali. Masing-masingdiwakiliolehBupatiBantaengNurdin Abdullah, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy (Kariangau),danDediMulyadi (Morowali).“Orang bilang (Pulau) Kalimantan adalahtanahmasadepan,namunhinggakinipembangunaninfratrukturmasihtertinggal. Inijaditantanganpengembangankawasanindustri,” ungkap Rizal Effendy.Ketigapembicarasama-samaterusmelakukanpeningkatan SDM setempatuntukmendukungindustridatangkekawasan yang dipimpinnya.
Setelahdiskusi panel, digelar forum bisnis yang menampilkanpembicara yang terkaitdenganpengembanganindustri.Yakni, BadanKoordinasiPenanaman Modal (BKPM), KementerianPekerjaanUmumdanPerumahan Rakyat, serta Kementerian Agraria/Badan Pertahanan Nasional.Jugaakandigelar workshop denganinstrukturdari PPM Manajemen.(Adhi).












