Peristiwa

Mayat Laki-laki Ditemukan Tanpa Identitas Tergelatak Disawah

177
×

Mayat Laki-laki Ditemukan Tanpa Identitas Tergelatak Disawah

Sebarkan artikel ini
Mayat saat akan dibawa ke RS. Soewondo Oleh Polsek Wedarijaksa
Mayat saat akan dibawa ke RS. Soewondo Oleh Polsek Wedarijaksa

PATI, Suara Indonesia-News.Com – Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Pati, digegerkan temuan mayat tidak dikenal dalam kondisi tergeletak disawah. Minggu (25/10/15),  sekitar Pkl.14.00. Wib,

Mayat yang tergelatak disalah satu sawah warga tersebut diketahui bernama lasimin, mayat tersebut ditemukan warga saat mencari rumput. Ciri-ciri mayat tersebut yakni, ” tinggi sekitar 148 cm, berat badan 55 (kg), menggunakan kaus lengan pendek warna hijau, dan celana pendek kolor warna abu-abu kombinasi biru dengan tulisan “noah” dan tas kecil warna biru tua”.

Menurut keterangan dari saksi mata, Selamet (55), dariDesa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, saat itu dirinya sedang memerikan makan lele miliknya.Tiba-tiba, ada warga yang kaget histeris menemui mayat yang tergelatak itu saat mencari rumput disawah dan bergegas memberitahu kepada selamet (55)  keberadaan mayat tersebut.

“Mulanya saya juga kaget, saat ia membritahuku bahwa ada mayat, Ternyata benar, laki-laki muda yang mengenakan kaos “Noah” dengan potongan cepak itu, sudah tergelatak tidak bernyawa, dari pada orang ini bingung saya juga khawatir,kami lapor ke kepala desa” tutur selamet (55).

Selang beberapa menit kapolsek dan team serta team medis tiba dilokasi kejadian setelah mendapat laporan via telpon oleh kades Guyangan wedarijaksa Bahrudin.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rohana Sulistiyaningrum menyampaikan kepada suara indonesia news.com, ” ciri-ciri mayat laki-laki tersebut diperkirakan umur sekitar 18  tahun,kulit hitam, potongan cepak, kaos warna hijau,celana biru tua dan tas kecil warna kebiruan berisi uang recehan 500 an dan uang kertas 1000 an dan 2000 an, namun tidak ditemukan identitas lengkap pada mayat tersebut”,paparnya.

Hasil pemeriksaan dari tim medis Puskesmas 2 Wedarijaksa menyebutkan, ” tidak ditemukan luka atau tanda-tanda penganiayaan.”Setelah kami lakukan pemeriksaan”, imbuh Dr. Heni. (Ipung).