124.479 Peserta PBI Jamkes di Jember Dinonaktifkan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Antokalina Sari Verdiana saat dikonfirmasi di kantornya tadi sore. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Senin (5/8/2019) suaraindonesia-news.com – Per 1 Agustus 2019, BPJS Kesehatan menonaktifkan sebanyak 5.227.852 orang Peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di seluruh Indonesia. Hal ini menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Sosial tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta PBI Jaminan Kesehatan tahun 2019 tahap ke 6.

Dengan demikian, peserta PBI yang telah dinonaktifkan tidak lagi menerima jaminan kesehatan. Kebijakan ini agar peserta PBI Jaminan Kesehatan tepat sasaran.

“Pemerintah ingin mereka yang menerima bantuan iuran jaminan kesehatan ini benar-benar berhak dan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan pemerintah,” kata Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi suaraindonesia-news.com, Rabu (31Juli 2019).

Diketahui peserta PBI adalah peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari Pemerintah baik yang bersumber dari APBD atau APBN sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.

Mensos juga menjelaskan bahwa ada sejumlah alasan dibalik penonaktifan tersebut, di antaranya pertama, 5.113.842 orang peserta PBI tersebut memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan status tidak jelas dan mereka tidak memanfaatkan jaminan kesehatan nasional sejak 2014 hingga sekarang.

Kedua, 114.010 peserta PBI kondisinya meninggal dunia, memiliki data ganda dan pindah segmen atau menjadi lebih mampu.

Meski demikian, jika ada warga peserta PBI yang dinonaktifkan dan merasa berhak menerima bantuan Jaminan Kesehatan, Mensos meminta untuk mendatangi kantor Dinas Sosial di daerahnya masing-masing agar tetap dinyatakan sebagai warga yang berhak atas PBI Jaminan Kesehatan.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Antokalina Sari Verdiana mengatakan, BPJS Kesehatan menerima pendaftaran peserta PBI Jaminan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 5.1 juta jiwa.

“Kementerian Kesehatan mendaftarkan 5,1 Juta Peserta PBI kepada BPJS Kesehatan tertanggal 23 Juli 2019, jadi sejak tanggal tersebut kami memproses data tersebut sampai akhir bulan Juli 2019 dan mencetak kartunya karena terhitung pendaftaran baru. Dan data 5,1 Juta Peserta PBI yang didaftarkan ini memiliki kevalidan data yang bagus,” jelas Anto saat dikonfirmasi di kantor BPJS Kesehatan Cabang Jember, Senin (5/8/2019) sore.

Penambahan peserta PBI tersebut telah melalui proses pemutakhiran data dari Kemensos, lanjut Anto, baik dari NIK, nomer handphone dan ketepatan sasaran sebagai peserta PBI.

Peserta tambahan 5,1 juta tersebut telah terkomputerisasi dan sedang dicetak kartunya secara terpusat.

“Jadi nanti sampai bulan November 2019 kartunya diproses cetak dan didistribusikan. Dalam masa tunggu tersebut, peserta tambahan dapat berobat dengan cara menunjukkan Nomor Induk Kependudukan pada pihak fasilitas kesehatan karena datanya telah terkomputerisasi,” ujarnya.

Sementara untuk data peserta PBI BPJS Kesehatan Cabang Jember yang meliputi Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang total ada 148.912 peserta yang dinonaktifkan.

“Rinciannya untuk Kabupaten Jember sejumlah 124.479 peserta yang dinonaktifkan, dan 132.615 pendaftaran peserta PBI baru, sedangkan Kabupaten Lumajang sejumlah 24. 433peserta yang dinonaktifkan dan 46.717 pendaftaran PBI baru,” pungkasnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Mariska


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here