Wirausaha Muda Sumenep Kembangkan Batik Lokal dengan Icon Budaya

Direktur Utama PIWS, Khairul Asiah saat mendampingi peserta WMS yang sedang membatik icon Gapura/Labeng Saketeng, Jumat (13/07)

SUMENEP, Jumat (13/07/2018) suaraindonesia-news.com – Demi menciptakan pengusaha muda handal, Pusat Inkubator Wirausaha Sumenep STKIP PGRI (PIWS) terus berbenah dan mengembangkan kreasi batik tulis khas wilayah mereka sendiri.

Dengan memanfaatkan pelatihan membatik, outlet Wirausaha Muda Sumenep (WMS) ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat kendali mutu produksi, manajemen, dan pemasaran, serta diharapkan capaian program ini bisa lebih cepat, efektif dan efisien.

Untuk itu, sebanyak 28 orang peserta WMS menampilkan kreasi dan keahlian dalam membatik, yang kebanyakan orang tidak memilikinya. Ada yang pernah belajar dari orangtua dan neneknya, ada pula yang mendapat ilmu dan teknis membatik dari pendamping senior di kelompok kumpulan mereka.

Salah seorang peserta WMS, Zuhdi mengatakan melalui PIWS tersebut, hasil kerajinan batiknya diharapkan mampu menumbuhkan semangat mudanya untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif, terlebih menjadi seorang wirausaha muda yang handal.

“Kami harapkan ini menjadi program yang tidak tentu sampai kapan, mungkin sampai akhir hayat kami. Jadi, melalui PIWS ini, kami akan terus berbenah dan berusaha untuk menjadi pembatik yang sukses,” katanya, saat ditemui media ini dikantor PIWS, Jumat (13/07).

Didorong semangat ingin mengangkat dan melestarikan budaya tradisional itulah, Zuhdi bersama puluhan teman-temanya ini memilih untuk membuat dan mengembangkan batik dengan icon khas Sumenep, yang kemudian nantinya akan dipromosikan melalui setiap event-event Kunjungan Wisata (Visit Sumenep 2018).

“Sekarang kita garap beberapa batik yang sudah setengah jadi. Namun, ada beberapa batik yang kami buat dengan icon Kabupaten Sumenep, seperti batik dengan icon Masjid Jami’, Keraton, hingga Labeng Saketeng (Gapura),” terang Zuhdi, menceritakan proses pembuatan batik dengan icon budaya Sumenep itu.

Sementara itu, Direktur Utama PIWS, Khairul Asiah menyampaikan dari kegiatan ini, peserta WMS tidak hanya dituntut membuat batik. Namun, lebih ditekankan pada penguasaan dan keikutsertaan secara langsung pada wilayah bisnis nyata (real bisnis).

“Karena peluang usaha batik ini luar biasa, jadi generasi muda kita (PIWS) perlu diarahkan kearah sana,” ucapnya.

Peserta WMS saat menjemur batik yang sudah melalui proses pewarnaan

Perempuan yang biasa dipanggil Irul ini mengaku, hasil kerajinan batik WMS yang setengah jadi itu sudah masuk pada tahapan pewarnaan, dipastikannya tidak akan memakan waktu lama untuk segera dipasarkan.

Menurut Irul, pada pembuatan batik itu, peserta WMS diberi kebebasan untuk mengexsplor ide-ide kreatifnya dengan tetap dibantu pendamping/narasumber, dari sana peserta WMS terus menggali dan fokus pada pembuatan batik khas Sumenep.

“Dari sana, mereka banyak menghasil kreasi-kreasi yang menarik. Terus pengembangannya membatik mereka banyak yang ke icon budaya Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Dengan kreasi peserta WMS ini, kata Irul, diharapkan tidak hanya menopang semangat mereka untuk terus berkembang dan menjadi pengusaha sukses. Namun, diharapkan tetap bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), utamanya dalam mensukseskan Visit Sumenep 2018 ini.

“Banyak event-event Visit Sumenep 2018 ini, teman-teman kita arahkan karena ini peluang besar. Jadi, peluang besar ini tidak hanya di batik, melainkan pada usaha lainnya. Seperti usaha kue, roti dan camilan dan lain sebagainya,” imbuh Irul.

Ia berharap, peserta WMS tetap semangat dalam menggali potensi, dan terus berkarya dengan membuang rasa malas, lelah, bosan, jenuh dan tentunya terus berdoa untuk menggapai apa yang menjadi cita-cita.

“Karena peluang itu tidak datang dengan sendirinya, tapi melalui proses perjuangan yang keras, terus berkarya dan berusaha. Insya allah akan sukses,” pungkasnya.

Pada program-program WMS, peserta memiliki kesempatan untuk memilih segmen usaha yang di inginkan. Salah satunya, perbengkelan, meubeller dan ukir besi, aneka beton, dan servis dinamo dan elektro.

Selain itu, ada pula bidang usaha batik, desain dan sablon, advertising, offest, pembuatan songkok, tas dan dompet, menjahit, budidaya jamur tiram, pembuatan alas kaki, frozeen food, aneka roti, minuman dan camilan, lebah madu, pembibitan buah, serta budidaya ikan.

Reporter : Syaiful
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here