Wartawan Gadungan Di Serahkan Polisi

Foto : Ilustrasi

Suara Indonesia-News.Com, Jember – Banyaknya wartawan gadungan yang berkeliaran di Kabupaten Jember, membuat Sejumlah Wartawan yang aktif geram. sebut saja Adi Jatmiko, Wartawan Gadungan Warga Glagah Wero, Kecamatan Kalisat yang selama ini kerap mengaku dari Wartawan Harian Memorandum Jawa Pos Group, terpaksa di amankan Polsek Wuluhan.

Pasalnya Adi Jatmiko, tertangkap basah oleh Tabroni Wartawan Memorandum, saat melakukan peliputan Istri Bupati Jember MZA Djalal di Desa TanjungRejo Kecamatan Wuluhan Jember. terungkapnya permasalahan tersebut, berawal saat Adi Jatmiko berkenalan dengan Tabroni,dari kenalan itulah  Adi dengan sikap percaya diri mengaku dari Memorandum, mendengar ucapan tersebut Tabroni tersentak kaget.

Dengan nada kesal Tabroni mengatakan’’Mas tolong jangan sekali-kali mengaku dari Memorandum, namun niat baik Tabroni yang juga mantan Kabiro Memorandum Bondowoso di abaikan, malah Adi mengatakan bahwa dirinya merupakan Wartawan hasil rekrutan Kantor Memo Surabaya.melihat gelagat yang kurang baik,akhirnya Tabroni berkoordinasi dengan Managemen Kantornya.

Saat Tabroni melakukan Koordinasi dengan Managemen Memo, Adi tambah berulah ia sesumbar bahwa kenal dengan Pimred Memo Jember.Tabroni yang saat itu bersama rekan Media lain terpaksa memanggil Polisi yang sedang mengawal Istri  Bupati.sebelum di giring ke Mapolsek Adi dengan Nada arogansinya mengatakan dari LSM.

General Manager Memorandum (Memo Timur) Jember Sukoco,saat di konfirmasi melalui Telepon Selularnya mengatkan, ia mengakui banyak laporan yang masuk ke Kantornya terkait banyaknya Wartawan Gadungan yang mengaku Memorandum,’’dalam hal ini Kami merasa resah dan di rugikan,sekaligus mencoreng Nama baik Media Kami terangnya.

Lebih lanjut Sukoco,dengan tegas menyatakan akan memperkarakan masalah tersebut ke rana hukum. Sementara Adi Jatmiko di depan penyidik mengaku, kalau Pres Card Memorandum yang ia gunakan selama ini, di pesan di salah satu percetakan. apa yang di lakukan Adi merupakan penipuan/pembohongan public dengan mengatas Namakan salah satu Media. (dik).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here