Warga Desa Plampa’an Minta Perawat Edi Tak Dipindah

            Sampang, Suara Indonesia–Sejumlah warga dari Desa Plampa’an Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, tanpa ada pemberitahuan mendadak mendatangi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Pantauan di lapangan, sejumlah warga ini juga membawa poster berisikan tuntutan agar Moh Edi salah satu perawat yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Plampa’an, tidak dipindah dari Pustu tersebut.

“Ayo keluar pak Kepala Dinas, kami warga hanya kepingin menuntut agar Pak Edi dikembalikan bertugas di Pustu Desa Plampa’an,” kata Wadud salah satu perwakilan warga, kemarin.

Setelah beberapa menit berteriak-teriak di depan Kantor Dinkes, dr Firman Pria Abadi kepala Dinkes keluar dari kantornya dan mempersilakan masuk sejumlah warga tersebut.

“Jangan berteriak-teriak, masuk dan dibicarakan dengan baik. Oke saya jelaskan, sebenarnya Pak Edi ini bukan dipindah, akan tetapi hanya diamankan agar situasi di Plampa’an kondusif. Kalau tidak percaya, ini suratnya, ada kutipan sambil menunggu keputusan lebih lanjut,” terang Kepala Dinkes Sampang kepada warga.

Sementara usai ditemui dan mendapat penjelasan dari dr Firman, sejumlah warga Desa Plampa’an tersebut meninggalkan kantor Dinkes dengan tertib.

Sekadar diketahui, aksi warga ini dipicu oleh pemindahan Moh Edi dari Pustu Plampa’an karena diduga telah melakukan malpraktek. Tetapi, warga tidak percaya sehingga berkeinginan agar Moh Edi kembali bertugas di Pustu tersebut. (yudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here