Warga Desa Hilisondrekha Keluhkan Dugaan Korupsi DD oleh Mantan Pj. Kades

Masyarakat Desa Hilisondrekha, Kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan Saat di Konfirmasi

NIAS SELATAN, Rabu (14/03/2018) suaraindonesia-news.com – Masyarakat Desa Hililisondrekha Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara mengeluh tentang keberadaan inventaris di desa mereka dimana sampai Hari ini masih belum ada penyerahan aset itu kepada pemerintah desa dan masyarakat pada umumnya.

Pj. Kepala Desa Hilisondrekha An. Tafaigi Laia curiga tentang keberadaan aset desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) T.A 2015 s.d 2016.

Kepada media ini, Tafaigi Laia mengatakan bahwa sejak terlaksananya serah terima jabatan pj. Kepala Desa hingga sekarang belum ada kejelasan sama sekali tentang inventaris tersebut.

Hal ini telah saya undang untuk memintai kejelasan semua inventaris namun tidak diperdulikan sama sekali oleh mantan pj. Kades, demikian mantan Camat telukdalam Eduard Manao yang telah berkali – Kali disuratinya mantan pj. Kades tersebut masih juga diabaikan.

“Kepada Camat barupun telah kami beritahukan masalah ini tentang ketidak jelasan aset dan inventaris desa karna kami sangat butuh demikian dokumen-dokumen lainya yang dianggap penting supaya dapat diserahkan,” jelasnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum FOS Pertanyakan Dasar Hukum Penghitungan Daluwarsa Penyidik Polda NTT 

Kepada wartawan suaraindonesia-news.com, menambahkan bahwa mantan Pj. Kades Hilsondrekha yang menjabat mulai dari tahun 2015 sampai pertegahan tahun 2017 diduga kuat gelapkan pajak yang dipungut kepada masyarakat.

“Pada saat saya membayarkan pajak masa saya menjabat pihak Bank managih pajak tersebut sementara telah dibayarkan oleh masyarakat kepada mantan pj. Kades An. To’olo Gaurifa,” tegasnya.

Dari kronologis itu, sehingga banyak menimbulkan tanda tanya masyarakat terhadap mantan pj. Kades yang diduga korupsi Dana Desa.

Beberapa masyarakat dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) mengakui Hal itu bahkan mereka menambahkan bahwa mantan pj. Kades tersebut pintar bersandiwara dimana selama beliau menjabat pj. Kades banyak dugaan kami yang di anggap tidak sesuai dengan pelaksanaan APBDes.

Dalam pelaksanaan fisik bangunan termasuk pengaspalan jalan, pembangunan parit dan bangunan lainya sangat kami kesalkan dimana dalam pelaksanaanya di duga kuat tidak berdasarkan APBDes.

“Ditambah dengan pembayaran gaji pekerja yang sampai sekarang belum dibayarkan,” kesalnya.

Ditempat yang sama, salah seorang Tokoh masyarakat inisial JL mengesalkan tindakan perbuatan mantan Pj. Kades Hilisondrekha yang dengan sengaja menyuruh seseorang untuk merusak Fasum (Fasilitas Umum) jenis bangunan Bak penampungan air bersih yang diperuntukkan untuk kebutuhan masyarakat banyak yang bersumber Dana dari DPDK tahun sebelumnya.

Kepada wartawan suaraindonesia-news.com Induk Laia, S.Pd., yang juga sebagai Camat Telukdalam saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa masalah laporan masyarakat sedang kita cari keabsahanya dan sedang dalam proses.

Masyarakat Desa Hilisondrekha sangat berharap campur tangan Dinas terkait dan Pemerintah Daerah dapat memperhatikan Hal ini supaya tidak menimbulkan masalah ditengah-tengah kami.

Mantan pj. Kades belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan, Rabu (14/03/2018).

Reporter : Edhyr Baz
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here