Warga Desa Alasrejo Wongsorejo Blokir Jalan Tambang Pasir

Truk Pengangkut Tambang Galian C di hadang warga Desa Alasrejo Banyuwangi.

BANYUWANGI, Senin (16/4/2018) suaraindonesia-news.com – Warga Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menutup akses jalan tempat kendaraan truk keluar masuk menuju lokasi penambangan pasir galian C, Sabtu (14/4/2018) siang.

Aksi penurupan jalan sebagai protes terhadap kegiatan galian C yang dianggap merusak lingkungan warga. Selain itu penambangan diduga kuat tidak mengantongi izin.

Protes warga ini dilakukan dengan menutup jalan akses menuju lokasi galian C sambil membentangkan portal bambu penolakan. Warga juga melakukan orasi secara bergantian di rumah salah satu tokoh agama Bahroni hasan Desa Alasrejo.

Penutupan jalan dilakukan dengan memasang palang pontu dari bambu sebagai penghalang kendaraan material. Bambu itu dengan posisi melintang sehingga semua kendaraan tidak bisa melintasinya.

Dalam orasinya warga meminta aktifitas galian C yang ada di Desa Alasrejo dan sudah berjalan satu tahun lebih agar segera dihentikan.

Sedikitnya ada 3 titik galian C yang ada di pinggir bantaran sungai Alasrejo yang masuk wilayah Desa Wongsorejo dan Desa Alasrejo. Dampak dari galian C, kondisi tanah sudah sangat memprihatinkan. Kedalaman tanah mencapai 20 hingga 25 meter.

Koordinator aksi, Bahroni hasan mengatakan, aktifitas galian C tidak ada ijin resmi dari pemerintah. Izin yang dimiliki hanya dari pemilik lahan. Setiap hari, kata Bahroni hasan puluhan bahkan ratusan truk material datang untuk mengangkut material pasir sehingga merusak lingkungan sekitar galian C.

“Galian C itu tidak ada satu pun yang berizin. Mereka pelaku penambangan hanya memiliki izin dari pemilik lahan. Karena sering diambil pasirnya, kedalaman dasar makin hari makin dalam dan ini bisa membahayakan lingkungan,” ujar Bahroni hasan.

Terkait masalah ini, jajaran Polsek Wongsorejo langsung melakukan mediasi. Perwakilan warga dan pemilik lahan maupun pelaku penambangan mengadakan dialog di Rumah salahsatu tokoh agama Desa Alasrejo Musyawarah ini juga dihadiri oleh perwakilan Masyarakat, syang mediasi ini tidak di hadiri Kades Alasrejo.

Sementara itu, saat di datangi ke kantor Desa Atmawianto Kades Alasrejo, untuk konfirmasi tidak ada di tempat menurut keterangan salah satu staffnya sedang di luar kota.

“Sedang ke Lumajang, ada acara keluarga,” tuturnya.

Hasil keterangan kapolsek Wongsorejo, melalui Bribtu Andre, menerangkan bahwa tambang tersebut membenarkan kalau tidak berijin, disamping itu kompensasi terhadap masjid dan kontribusi kepda warga, sama sekali tidak ada.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, warga menduga uang kompensasi ada di kades Alasrejo, lebih curiga lagi warga setiap ada mediasi Kades selalu tidak hadir.

Reporter : Kank Harto
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here