Walikota Batu Berharap, Sekolah Luar Biasa Menciptakan Anak Yang luar Biasa

Walikota dan wakilnya bersama anak SLB

Reporter : Adi Wiyono

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Walikota Batu  Eddy Rumpoko  berharap  Sekolah luar Biasa (SLB) Negeri Kota Batu  yang telah diresmikan penggunaannya, Rabu (17/2/2016)  dapat  memberikan sumbangsih yang besar bagi pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK)  di Kota Batu dan sekitarnya.

“Kita sangat berharap dengan berdirinya gedung baru ini  dapat melahirkan generasi  yang berprestasi dari anak-anak di sini, karena disinilah mereka nanti akan menemukan kelebihan yang dimilikinya,” Kata Eddy Rumpoko.

Karena itu kata dia, SLB di kota Batu sangat dibutuhkan untuk ABK, karena merekalah anak-anak yang potensial dan memiliki kelebihan dibalik kekurangannya.

Eddy  kemudian mengambil contoh Prima salah satu anak SMA LB penderita tuna daksa yang mampu menjadi juara olimpiade matematika tingkat nasional untuk SMA LB. Selain itu dia juga juara 3 Lomba Karya Ilmiah Remaja SMA tingkat Propinsi Jatim.

Ia juga berjanji akan terus mendampingi SLB Negeri Kota Batu dengan memberikan tambahan fasilitas yang memadai setara dengan sekolah umum lainnya. Bahkan untuk beberapa hal malah lebih baik karena menyesuaikan dengan kebutuhan anak didik.

Hal senada juga diungkapkan ketua tim penggerak PKK Kota batu dewanti Rumpoko  mengatakan ABK  dibalik kekurangan pasti ada kelebihan, seperti Haris penderita post power syndrom ini piawai memukul gendang dan ketipung, serta main keyboard.

Haris awalnya belajar secara otodidak, kemudian disekolah ini mendapat bimbingan sehingga bisa bermain musik dengan teman-temannya. Ibunya mengaku untuk belajar sudah menghabis 3 kendang. Dia mendengarkan musik saja sudah bisa mengikuti. Tidak ada yang mengajarinya

SLB Negeri Batu dibangun di lahan seluas 3.600 meter persegi dengan biaya Rp 2,546 miliar dalam dua tahap di desa Bumiaji kecamatan Bumiaji kota Batu, . Tahap pertama pembangunan gedung menggunakan dana DAK dan tahap kedua pembangunan pagar dan taman.

Saat ini ada 6 rombongan belajar, terbagi dari SD LB dan SMA LB dengan siswa berjumlah 38 anak. Untuk TK dan SMP LB belum memiliki murid. Pemkot Batu melalui Dinas Pendidikan   masih menyisir apakah masih ada anak-anak berkebutuhan khusus yang belum sekolah, agar bisa ditampung di SLB ini

Selain itu SLB ini juga memberikan pelayanan rehabilitasi dan layanan anak autis, ketrampilan dan kerajinan siswa melalui pemanfaatan lahan pertanian dan pemberian bekal ketrampilan usai tamat belajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here