Walau Belum Dapat Perhatian Pemerintah, Mesin Pencacah Rumput Buatan Aipda Suyono Mulai Digandrungi Warga

Mesin Pencacah Rumput Buatan Aipda Suyono yang Digunakan Untuk Mencacah Rumput Sebagai Bahan Silase Makanan Ternak Sapi dan Kambing Mulai di Minati Warga.

BLORA, Minggu (7/1/2018) suaraindonesia-news.com – Mesin Pencacah Rumput Buatan Suyono yang digunakan untuk mencacah Rumput sebagai bahan Silase makanan Ternak Sapi dan kambing kini mulai digandrungi warga.

Suyono yang merupakan Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken hampir tiap hari kebanjiran tamu, tujuannya untuk tau bagaimana proses kerja alat pencacah rumput ini, dari pejabat sampai peternak, yakni ketua DPRD kabupaten Blora. Ir. H. Bambang Susilo. Bahkan dirinya pernah berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, SH, M.IP di gedung aryaguna Polres Blora 27 Desember 2017 yang lalu.

Sementara itu Kapolres Blora bersama rombongan menyempatkan waktu untuk melihat mesin pencacah rumput hasil temuan salah seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jiken Polres Blora.

Kapolres sangat mengapresiasi Aipda  Suyono, yang membuat pencacah rumput. Berkat alat tersebut, warga sekitar terbantu, sehingga biaya pakan ternak lebih ringan.

Baca Juga : Ratusan Peserta Ikuti Kontes Reptil Nasional di PFP kota Batu

Dalam kunjungannya di rumah Aipda Suyono Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kapolrtes Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H mempraktikkan cara kerja alat pencacah rumput itu. Dia merasa kagum dan perlu perbaikan serta dibuat secara masal. Minggu (07/01/18).

“Sangat mengapresiasi dengan alat pencacah rumput. Bisa dimodifikasi. Harganya murah. Awet dan tahan lama. Karena pisaunya tebal,” jelasnya.

Menurutnya, alat yang diciptakan Aipda Suyono itu sangat membantu petani dan peternak. Apalagi limbah tanaman bisa dijadikan pakan ternak setelah dicacah dengan alat tersebut.

“Penggilingan menggunakan mesin pencacah ini sangat efisien untuk pakan ternak sapi dan kambing, serta cukup tahan lama apabila divermentasikan bisa tahan hingga 4 bulan lebih.” tuturnya.

Baca Juga : Konsumsi MILO Dipulangkan, Yang Konsumsi Sabu Ngandang

Kapolres menambahkan, alat tersebut bisa lebih dikembangkan apabila di dukung oleh pemerintah daerah. Selanjutnya bisa diperbantukan kepada para peternak.

“Selama ini bantuan traktor sudah terlalu banyak. Seperti mesin pencacah rumput ini juga perlu diapresiasi,” ucapnya.

Saat dikunjungi Kapolres, Aipda Suyono mengeluhkan, sudah banyak permintaan tapi belum adanya perhatian sehingga dirinya kekurangan modal untuk biaya pembuatan mesin tersebut.

“Kesulitan modal yang dialami Aipda Suyono memang sedikit menghambat, karena kurangnya perhatian,” kata AKBP Saptono.

Sementara Aipda Suyono menjelaskan, mesin pencacah rumput tersebut untuk membantu warga menyediakan pakan ternak. Alat itu mampu mengurangi biaya dan tenaga yang dikeluarkan para peternak.

Baca Juga : Usai Mundur dari Cawagub, Anas Mulai Dekat dengan Bupati Jember, Ada Apa?

“Alat pencacah rumput ini saya buat dari hasil tabungan sendiri dengan dibantu warga yang bisa mengelas,” ujarnya.

Selain alat pencacah rumput, Aipda Suyono juga mengajarkan pembuatan pakan ternak dengan cara silase atau pengawetan.

Menurutnya, melimpahnya pakan ternak pada musim hujan merupakan kesempatan untuk menyimpan di musim kemarau. Dengan cara yang dia ajarkan, pakan tersebut dapat disimpan selama satu bulan bahkan satu tahun. Sehingga para peternak tidak kesusahan mencari rumput setiap hari.

“Limbah-limbah pohon jagung yang sudah kering biasanya dibakar oleh petani sekarang bisa dimanfaatkan buat pakan ternak,” jelas mantan Kepala Desa Nglobo tersebut.

Menurutnya, ide pembuatan pencacah pakan ternah tersebut berawal dari tiga tahun lalu. Saat musim kemarau selalu ada ongkos tambahan untuk mencari pakan ternak. Hingga saat membaca-baca buku mengenai ternak sapi. Didalamnya dia menemukan pembuatan alat pencacah pakan ternak. Dia tertarik membuatnya. Selanjutnya dia bercerita kepada Naryo, tetangganya dan saudaranya soal rencana tersebut.

“Setelah pada setuju, saya usulkan untuk menggunakan mesin motor saya yang lama tidak dipakai,” jelas laki-laki yang menjadi polisi sejak tahun 1981.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here