Wakil Ketua DPRK Langsa Hadiri Acara Resmi Memakai Sandal

Foto: Sambutan kehadiran Wakil Ketua DPRK Langsa, Faisal di Acara resmi menyambut tahun baru Islam 1436 H menimbulkan ciri khas tersendiri dengan memakai Sandal,(SI/RH).

ACEH, Suara Indonesia-Indonesia-News.Com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, Faisal, memakai sandal ketika menghadiri acara pawai menyambut tahun baru Islam 1436 H di Lapangan Merdeka, Rabu (22/10).

Padahal acara tersebut dihadiri oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langsa, R.Miftahol Arifin,SH, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Langsa, Ismail Hidayat, dan Sekretaris Daerah Kota (Setdakot) Pemko Langsa, Muhammad Syahril.

Pantauan Suara Indonesia, terlihat Wakil Ketua DPRK setempat, Faisal dari Fraksi Partai Hanura itu, sekitar pukul 08.15 WIB datang untuk menghadiri acara tersebut dengan memakai peci, baju koko warna putih, dan celana kain berwarna hitam.Namun, sangat disayangkan memakai sandal kulit seperti bukan seorang pejabat publik yang setara dengan unsure Muspida.

Ironisnya lagi, tampil perbedaan yang sangat unik bagi sosok wakil ketua dewan ini saat berada diatas Tribun lapangan Merdeka Langsa, sehingga timbul sorotan wartawan yang diduga seperti tidak merasakan apapun dengan canggung terlihat tingkah nya itu ketika menghadiri acara tersebut,

sehingga prilaku yang ditunjukkannya dapat mempengaruhi citra dan wibawa seorang pejabat publik. Bahkan, terlihat santai saat duduk didepan bersama sejumlah Muspida dan Muspida Plus yang diduga memerkan sandal.

Salah seorang pemerhati sosial kota langsa, Nasruddin, saat dimintai tanggapannya kepada prihal tersebut, kepada Suara Indonesia, mengatakan, tidak sepantasnya seorang pejabat publik yang memegang jabatan sebagai wakil ketua dewan menghadiri acara resmi seperti itu, kok bisa menampilkan gaya tersendiri memakai sandal.

“Kita sangat sesalkan sekali dan tidak pantas seorang wakil ketua dewan menghadiri acara resmi yang dihadiri oleh sejumlah Muspida dan Muspida Plus memakai sandal,”ujarnya.

Menurutnya, prilaku seorang pejabat publik seperti ini secara tidak langsung dapat mencoreng kewibawaan atau marwah anggota dewan lainnya sebagai wakil rakyat (menghadiri acara resmi – red) pakai sandal.

”Ya, paling tidak sesuaikan tata cara berpakaian sesuai dengan situasi dan kondisi.Karena setiap prilaku sekecil apapun seorang wakil rakyat apalagi menjabat sebagai wakil ketua dewan, terutama dalam segi penampilan yang lebih menonjol, masyarakatlah yang menilai seorang pejabat publik memiliki kewibawaan,”ujarnya.

Reporter : Rusdi Hanafiah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here