Wakil Bupati Lebak; Santri Harus Sehat Jasmani dan Sehat Rohani

Wakil Bupati Lebak : Santri Harus Sehat Jasmani dan Sehat Rohani

LEBAK, Senin (16/10/2017 ) suaraindonesia-news.com – Alim ulama dan Pemerintah Kabupaten Lebak, merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, Pemerintah Daerah bertugas melindungi Ulama dalam menjalankan fungsinya mengajarkan dan menyebarkan ilmu agama dengan regulasinya.

Hal tersebut disampaikan H. Ade Sumardi Wakil Bupati Lebak,  dalam sambutannya di Acara Haul Almarhum Almaghfurllah KH. Husni, Para Masyaikh dan Haflah Santri Ponpes Al-Hidayah Wanti di Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten.

Kata H. Ade Sumardi, sebagai daerah seribu madrasah, berbagai regulasi telah diterbitkan Pemerintah Kabupaten Lebak, diantaranya Perda Wajib Diniyah, Perda Zakat, Maghrib Mengaji dan lain-lain.

“Kita telah membuat berbagai regulasi, tinggal melaksanakannya, perlu dorongan dan kesadaran semua pihak,” Ujar H. Ade Sumardi .

H. Ade Sumardi, berharap agar alim ulama tetap bersatu, sebagai penyeimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih menghadapi tantangan global, dimana Negara Indonesia yang kaya akan Sumberdaya Alam ini akan mudah dihancurkan jika semua komponen masyarakat tidak bersatu dalam melawan upaya perusakan moral yang dimotori oleh negara-negara yang tidak suka akan kemajuan Indonesia.

Banyaknya perusahaan asing di Indonesia, kata H. Ade Sumardi , ini merupakan ancaman yang nyata jika kita tidak mempersiapkan SDM yang tidak hanya mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga harus memiliki sikap mental yang baik dan ilmu agama yang kuat.

“Ada upaya-upaya adu domba, peredaran gelap narkoba dan pelemahan mental, untuk itu peran alim ulama sangat diperlukan jika tidak ingin Sumberdaya Alam kita dikuasai asing, saya tidak ingin kita hanya jadi penonton,” Ujarnya.

Dalam Kesempatan itu, H. Ade Sumardi, juga mengatakan bahwa sekolah yang paling baik adalah pondok pesantren, karena selain diwajibkan menguasai ilmu agama, para santri juga diharuskan mempelajari Iptek, sehingga mampu mencetak SDM yang tidak hanya sekedar sehat jasmani namun juga sehat rohani.

Sementara Ketua Yayasan Al-Hidayah, KH. Baejuri mengatakan bahwa Ponpes Al-Hidayah siap mencetak generasi yang islami, yang berpegang teguh pada ajaran agama islam. Baejuri mengatakan bahwa Ponpes yang didirikian sejak tahun 1961 ini, mengajarkan Ahlul sunah wal jama’ah dan tidak fanatik pada salah satu madhab.

“Santri disini kami perintahkan untuk memerangi hawanafsunya sendiri sebelaum memerangi yang lainnya, untuk itu semua santri harus selalu berdzikir,” Ujar Baejuri. (A.Kohar /Jafar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here