Wabup Abdya Kukuhkan Pengurus P2TP2A

Wabup Abdya Muslizar MT, saat memberikan sambutan di acara mengukuhan pengurus P2TP2A Diruang lobi Kantor Bupati Abdya.

ACEH ABDYA, Kamis (30/11/2017) suaraindonesia-news.com – Wakil Bupati Aceh Barat Daya mengukuhkan Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) berlangsung di ruang Lobi kantor Bupati setempat.

Pantauan Awak media, sebanyak 20 Pungurus P2TP2A dikukuhkan oleh Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, yang turut dihadiri, Kapolres abdya diwakili AKP Awang Bayu, Kajari Abdya diwakili Firmansyah, Kasdim 0110 mayor Inf Sutaryo Spd, anggota DPRK Abdya Iskandar, Plt Asisten Pemerintah Mussawir dan kepala DPM P4K Abdya Ruslan Adli, SP, forkompimkab, SKPK serta undangan lainnya.

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT dalam sambutannya Mengatakan, Kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah menjadi masalah nasional dan global saat ini. Perlindungan terhadap anak dan perempuan telah tertuang dalam Undang-Undang, diantaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Selamat dan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan P2TP2A Kabupaten Aceh Barat Daya, semoga dengan pengukuhan ini lahir semangat baru sehingga dapat mengembang amanah dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, Muslizar menjelaskan, Peran P2TP2A Kabupaten Aceh Barat Daya di sini sebagai pusat pengayoman perempuan dan anak-anak dari tindak kekerasan, diskriminasi bahkan trafficking, kiranya juga menjadi wadah yang tepat untuk membantu Pemerintah Kabupaten dalam menjamin kebutuhan dan kepentingan perempuan dan anak-anak dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

“Khususnya dalam bidang-bidang prioritas seperti kesehatan, pendidikan dan perekonomian,” tuturnya.

Lebih lanjut, sebut Muslizar, P2TP2A merupakan wadah kelembagaan yang penting dan sangat berarti bagi perlindungan perempuan dan anak, sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak.

Mengingat di Kabupaten Aceh Barat Daya angka tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi.

“Ia menghimbau kepada kalangan masyarakat Abdya, agar tidak melakukan tindak kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak di bawah umur, apalagi kekerasan sexual,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Wabup Muslizar juga berharap, kepada pengurus P2TP2A, kedepannya kinerja P2TP2A semakin meningkat sehingga segala upaya yang dilakukan seperti sosialisasi, iklan layanan masyarakat, poster maupun brosur dapat mengurangi angka kekerasan pada wanita maupun anak-anak. (Nazli/Jie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here