Usai Tahan MS, Kini KPK Geledah Kantor Bupati Ngada dan Rumah Dirut PT Sinar 99 Permai

Suasana Penggeladahan Oleh KPK di rumah Dirut PT Sinar 99 Permai PT Sinar 99 Permai, Wihelmus Iwan Ulumbu di Ngada rabu(14/02) sambil dikawal aparat Brimob dari Kompi 1 Den B Ende.

BAJAWA-NTT, Rabu (14/02/2018) suaraindonesia-news.com – Lagi-lagi, Hari ini rabu (14/02) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) menggeledah ruangan kerja Bupati Ngada Marianus Sae dan Kantor PT Sinar 99 Permai milik Wihelmus Iwan Ulumbu.

Penggeledahan ini dikabarkan merupakan pemeriksaan lanjutan seputar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Cagub NTT, Marianus Sae dan Dirut PT Sinar 99 Permai, Wihelmus Iwan Ulumbu pada Minggu, 11 Februari lalu.

Penggeledahan di dua tempat berbeda dalam Kota Bajawa tersebut dikawal ketat oleh personil Brimob dari Kompi 1 Den B Ende.

Setelah meminta izin kepada RT setempat, KPK mulai membuka segel di ruangan kerja bupati Ngada dan kantor PT Sinar 99 Permai sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah segel dibuka, tim KPK pun masuk memeriksa sejumlah berkas.

“Tak hanya dua tempat itu, tim KPK juga mengecek ke ruang kerja Kepala Bank BNI Cabang Bajawa. Untuk kepentingan penanganan perkara ini, telah dilakukan penyegelan sejumlah tempat,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/2) Seperti dilansir Republika.co.id.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Bupati Ngada Marianus Sae 2015-2020 dan Direktur PT Sinar 99 Permai (S99P) Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai tersangka. KPK menyegel ruang kerja di rumah dinas Bupati Ngada, ruang kerja Bupati dan ajudan di Pemerintah Kabupaten Ngada, ruang kerja PT S99P di Bajawa Kabupaten Ngada, dan ruang kerja di rumah milik Wilhelmus di Bajawa.

Baca Juga: TNI-Polri Bersinergi Amankan Pilkada Serentak 2018 di NTT 

Basaria menyatakan pemberian uang dari Wilhelmus kepada Marianus terkait fee proyek-proyek di Kabupaten Ngada.

“Wilhelmus merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek-proyek di Kabupatem Ngada sejak 2011,” kata dia.

Wilhelmus membukakan rekening atas namanya sejak 2011 dan memberikan ATM bank tersebut kepada Marianus pada 2015. Total uang yang ditransfer maupun diserahkan secara tunai oleh Wilhelmus kepada Marianus sekitar Rp 4,1 miliar.

“Pemberian dilakukan pada November 2017 Rp 1,5 miliar secara tunai di Jakarta, Desember 2017 terdapat transfer Rp 2 miliar dalam rekening Wilhelmus, 16 Januari 2018 diberikan tunai di rumah Bupati Rp 400 juta, 6 Februari 2018 diberikan tunai di rumah Bupati Rp 200 juta,” ucap Basaria.

Menurut dia, pada 2018 Wilhelmus dijanjikan proyek di Kabupaten Ngada senilai Rp 54 miliar. Proyek terdiri atas pembangunan jalan Poma Boras Rp 5 miliar, jembatan Boawe Rp 3 miliar, jalan ruas Ranamoeteni Rp 20 miliar, ruas jalan Riominsimarunggela Rp 14 miliar, ruas jalan Tadawaebella Rp 5 miliar, ruas jalan Emerewaibella Rp 5 miliar, dan ruas jalan Warbetutarawaja Rp 2 miliar.

Reporter : Yoko
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here