Usai Membunuh Kades, Pelaku Diringkus Unit Resmob

Pelaku

Jember, Suara Indonesia-News.Com – Belum tuntas proses penyelidikan terhadap kasus pembunuhan di kecamatan Jenggawah beberapa waktu lalu, hari ini, Kamis (6/8/2015 Polres Jember kembali disibukkan dengan kasus serupa  yang terjadi di Kecamatan Ledokombo (LDO).

Kali ini, Kepala Desa Slateng M. Misu, 45 tahun menjadi korban.

Berdasarkan Laporan warga yang diterima oleh petugas Polsek Ledokombo dalam Laporan Polisi Nomor : LP No. LP/36/VIII/2015/Polsek Ledokombo tgl. 6 Agustus 2015, dijelaskan bahwa kronologi pembunuhan bermula sekitar pukul 08.00 WIB,  Wakil Kepala Dusun Wakasun (Wakasun) Tegal II Juhari disuruh oleh H. Umar Faruq alias Man Jus untuk menebus tanah kas Desa Slateng senilai Rp. 70 juta disertai ancaman; apabila tidak menebus tanah kas desa maka akan terjadi banjir darah di Desa Slateng.

Juhari langsung melaporkan ancaman tersebut kepada Kepala Desa Slateng M. Misu (korban).   

Sekitar pukul 09.00 WIB korban bersama Suwarno (saksi), 38 tahun, tani, warga Dusun Kopang Kidul Desa Slateng Kecamatan Ledokombo  pergi ke TKP di lokasi tanah kas desa persil 141 dengan luas 400m2, masuk Dusun  Tegalan II, Desa Slateng Kecamatan Ledokombo. Tujuannya untuk mengecek tanah kas desa yang menjadi permasalahan.

Sesampainya di TKP, korban didatangi H. Umar Faruqal. Man Jus (sambil membawa sebilah celurit) untuk berunding permasalahan kas desa. Namun tiba-tiba  datanglah   Muksi (putra/anak dari H. Umar Faruq al. Man Jus), 38 Thn, alamat warga Dusun Tegalan I Desa  Slateng Kecamatan Ledokombo langsung berusaha membacok korban namun berhasil dihindari dan celurit langsung diambil oleh saksi Suwarno.

H. Umar Faruq kemudian membacok korban dari belakang dan mengenai kepala bagian samping kiri korban. Setelah membacok korban, pelaku langsung melarikan diri sedangkan korban yang sudah tidak berdaya dengan  luka menganga langsung dibawa ke RSD Kalisat oleh petugas Polsek yang tiba di TKP beberapa saat kemudian. (Adhi).

1 KOMENTAR

  1. Permasalahan kas desa.kades sudah berupaya menanganinya sehingga jadi korban.sekarang bagaimana sikap pejabat di atas kades.dari camat sampai jember 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here