Ulah Penambang Pasir Liar, Pantai Lombang Giliraja Abrasi

Lokasi Penambangan Pasir

SUMENEP, Sabtu (3/2/2018) suaraindonesia-news.com – Desa Lombang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, adalah salah satu Desa ujung timur pulau Giliraja, posisi pantai timur dan pantai utara desa setempat sangat disayangkan karena pinggiran pantainya sudah memprihatinkan terkikis abrasi.

Kepada suaraindonesia-news.com salah satu tokoh masyarakat setempat inisial MS menuturkan bahwa terjadinya abrasi karena pasir selalu ditambang secara liar.

“Sampai seperti ini, karena ulah para penambang pasir yang masih warga sekitar terutama pemilik tanah, bibir pantai sangat memprihatinkan. Karena tingkat kesadaran mereka terhadap lingkungan sangat minim,” tuturnya.

Bahkan, dari cerita MS terungkap, beberapa waktu silam, seorang tokoh pemuda setempat sempat melaporkan penambang pasir liar tersebut kepala aparat Kepolisian Giligenting.

Baca Juga: Ulurkan Tangan Anda Melalui Suara Indonesia Grup ‘Peduli’, Guru yang Dianiaya Muridnya Hingga Meninggal

Mereka pun sempat mengumpulkan para penambang dalam forum mediasi di Balai Desa setempat
yang melahirkan kesepakatan bahwa tidak akan menambang secara liar dengan mengambil pasir secukupnya, termasuk terbitnya larangan untuk tidak menjual pasir ke luar desa Lombang.

“Dulu pernah ada kesepakatan, tidak akan sembarangan menambang pasir, bahkan ada larangan tertulis untuk tidak menjual ke Desa tetangga alias hanya untuk kebutuhan warga setempat,” bebernya.

Namun, kesepakatan itu tidak berlangsung lama, karena baru-baru ini, para penambang liar demi mendapatkan keuntungan pribadi kembali beraksi.

“Kesepakatan itu berjalan sebentar, karena tidak ada yang inten benar-benar mengawasi. Termasuk lemahnya aparatur pemerintah desa setempat yang terkesan melakukan pembiaran,” tudingnya.

Baca Juga: Miris! Alasan Tak Ada Kunci Ambulance, Puskesmas Tello Abaikan Jenazah

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Lombang, Juherman membenarkan bahwa para penambang pasir pernah dikumpulkan pada tahun 2015 lalu, dan pada Jumat (26 Januari 2018) kemarin kembali dikumpulkan dengan dihadiri pejabat Muspika Giligenting.

“Pihak Polsek, koramil dan Kecamatan juga hadir kemarin, kami berencana untuk dibuatkan Perdes (Peraturan Desa,red), namun tidak sempat tuntas karena terbentur waktu shalat Jumat, tapi tetap akan diupayakan untuk ditindak lanjuti sesegera mungkin,” paparnya singkat.

Pihak Polsek Giligenting melalui kanit Reskrim, Haris turut angkat bicara, mengenai penambangan pasir sebagaimana telah diatur dalam undang-undang tentang galian C. Sedangkan penambangan pasir yang mengakibatkan abrasi di Desa Lombang, pihaknya telah mengkroscek lokasi dan benar
terjadi.

“Penambangan pasir yang ada disana termasuk kategori kecil, karena tidak menggunakan alat tambang, melainkan masih cara manual,” tuturnya.

Pada acara musyawarah desa khusus penambangan pasir sempat dibahas. Menurut Haris jika sudah diadakan sebuah aturan di Desa telah disepakati diharapkan jangan dilanggar.

“Apabila nantinya ada laporan, maka tetap akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Reporter : Sudarsono
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here