Tumpukan Limbah PG Wonolangan Disoal Warga

Foto: Tumpukan limbah yang diduga dari PG Wonolangan disoal warga. (Foto: Singgih/SI)

“Menimbulkan bau menyengat, diharap DLH segera bertindak”

PROBOLINGGO, Selasa (12 September 2017) suaraindonesia-news.com – Beberapa hari belakangan ini warga Desa Tamansari dan Desa Sekarkare Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur resah. Pasalnya tumpukan limbah yang di duga dari pabrik gula PG. Wonolangan yang terletak di Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu menimbulkan aroma tidak sedap yang sangat mengganggu lingkungan warga setempat.

Sulikin, salah satu warga Desa Tamansari yang kebetulan melintas di sekitar gunungan limbah tersebut mengatakan sangat terganggu. Pasalnya tiap melintas di areal limbah selalu tercium bau menyengat yang mengganggu pernapasan, apalagi saat musim angin seperti sekarang ini.

“Sudah lama kami terganggu dengan limbah ini mas, mengingat juga jalan ini sering dilewati anak sekolah, kami takut anak anak main ke areal tersebut dan terpapar limbah yang ada ini. Kami berharap Dinas terkait segera ada tindakan,” ujarnya, Selasa (12/9).

Kepala Desa Sekarkare, Senadi dikonfirmasi terkait bau limbah ini mengatakan tidak tahu menahu.

“Saya tidak tahu, kapan limbah itu di taruh diareal yang dekat dengan jalan itu, karena menimbulkan bau yang menyengat, saya berharap agar limbah tersebut dipindah, karena tiap hari jalan dekat areal penumpukan limbah itu dilalui warga saya juga,” katanya. Baca Juga: Habib Hadi Mengawali Menyerahkan Formulir Pendaftaran Calon Walikota

Terkait hal tersebut, Anang budiarto Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan staf yang lain juga dengan Satker yang berwenang seperti Pol-PP untuk segera turun lapangan untuk mengecek keberadaan limbah tersebut, ungkapnya.

“Kami, Dinas Lingkungan Hidup berterima kasih dengan informasi ini, dan kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan pihak PG. Wonolangan serta yang mempunyai areal itu. Pihak kami tidak pernah memberikan rekomendasi areal untuk pengumpulan limbah pabrik,” ujarnya.

Sementara itu, Hilal dari Lembaga Pemerhati Lingkungan sangat menyayangkan pembuangan limbah PG. Wonolangan di areal tersebut. Pasalnya areal pembuangan dekat dengan pemukiman warga dan jalan. Hal itu bisa membahayakan warga sekitar.

“Adanya penumpukan limbah tersebut kami berharap Dinas terkait segera bertindak, jangan menunggu ada korban atau menunggu laporan masyarakat baru bertindak,” harapnya. (singgih).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here