TRC PAI Kawal Kasus Pemerkosaan Anak Di Nisel Hingga Proses Olah TKP

Reporter: T2g

Nias Selatan, Minggu (4/12/2016) suaraindonesia-news.com –┬áKordinator Daerah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PAI) Nias Selatan kawal kasus pemerkosaan anak hingga turun ke lokasi olah TKP Senin, (28/11).

Dari penuturan Korda Eriusman Duha, Sambu (3/12) mengatakan saya dan beberapa tim TRC PAI bergerak bersama Kanit Polsek Pulau-pulau Batu untuk melaksanakan Olah TKP yang dihunjuk oleh sikorban. Dari penuturan si korban saat di TKP tempat ketika sikorban diperkosa oleh kedua pelaku di Pohon Jambu, tutur Eriusman.

Eriusman melanjutkan, dari pengakuan sikorban menjelaskan bahwa pada saat kejadian pemerkosaan terhadap dirinya (sikorban) oleh kedua pelaku sebelum dia diperkosa kedua tangannya di ikat dan mulutnya di sumpel dengan Jacket. Setelah selesai melakukan pemerkosaan kepada Bunga (nama disamarkan) lalu kedua pelaku meninggalkan korban tanpa membuka tali dan jacket dimulut korban.

Lanjutnya Eriusman, terungkap juga pengakuan Bunga kepada TRC PA bersama Polsek PP Batu Kabupaten Nias Selatan bahwa salah seorang teman sikorban yang berinisal YL curiga berhubung sikorban tidak masuk ruangan kelas setelah Istirahat.

Jadi si YL mencari sikorban disekitar pekarangan sekolah tempat kejadian kurang lebih 35 meter dari sekolah dan akhirnya menemukan sikorban dalam keadaan terikat dan mulut disumpel. Teman sikorban YL langsung melaporkan kepada Guru kelas mereka sehingga guru tersebut mendatangi TKP dan langsung membuka Tali dan jacket penutup mulut korban dan langsung si korban di bawa kekantor sekolah.

Lanjut Eriusman, oleh gurunya Sikorban disuruh pulang kerumah jalan kaki tanpa ditemani salah seorang guru. Setelah sampai kerumah korban berceceran darah di sekitar kedua pahanya sehingga salah seorang melihat sikorban dengan terkejut lalu dia bertanya kenapa pahamu berlumurah darah ? Sikorban menjawab dirinya telah diperkosa di sekitar pekarangan sekolah.

Sebelumnya juga si korban sudah di visum dan di nyatakan telah terjadi pemerkosaan terhadap si korban.

Namun hasil dari Olah TKP tersebut pihak kepolisian masih belum bisa menentukan tersangka karena semua saksi yang di tunjukan korban tidak mengakui apa yang telah di lakukan terhadap korban yang umurnya masih 9 tahun tersebut, tutur Eriusman.

Saat pihak wartawan mencoba menelepon pihak kepolisian Polsek Pulau Pulau Batu telponnya tidak bisa tersambung alias tidak aktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here