TRC PA Kecam Dugaan Pelecehan Anak Yang Dilakukan Oknum Polres Nias

Kiri Korwil TRC PA, Sumatera Utara, Tri Topan, Kanan Naumi Lania Kornas TRC PA

Reporter: Aro

GUNUNGSITOLI, Minggu (30/4/2017) suaraindonesia-news.com – Kordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (Korwil TRC PA) Sumatera Utara, Tri Topan sangat menyesalkan bahkan mengecam tindakan oknum anggota Polres Nias berinisial DS yang diduga melakukan pelecehan terhadap anak, sebut saja Bunga (16) nama disamarkan, dari informasi yang beredar DS melakukan perbuatan bejatnya di dalam mobil.

Utuk itu, Topan mengutuk keras kejadian itu, dan meminta pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Nias mengusut kasus ini hingga tuntas. Selain itu Topan juga akan berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Kota Gunungsitoli untuk mengawal kasus ini.

”TRC PA mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan polisi terhadap oknum anggotanya tersebut, dan akan melakukan koordinasi dengan TRC PA yang ada di Gunungsitoli guna untuk mengawal kasus ini sampai tuntas,” ujar Topan, Minggu (30/04/).

Ia menambahkan, dalam undang undang Republik Indonesia dan konfrensi Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) telah disebutkan melarang melakukan diskriminatif, kekerasan dan penganiayaan terhadap anak yang diduga melakukan tindakan pidana, apalagi hal tersebut tidak dapat di buktikan.

Menurut Topan, Jika terbukti pelaku bisa dijerat dengan UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun kurungan dan tak ada kata damai bahkan di UU perlindungan anak tersebut ada pasal yang memberatkan jika pelakunya orang yang mengerti hukum

Pasal 76E, Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Pasal 82, (1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Sementara Kordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (Kornas TRC PA) Naumi Lania juga angkat bicara terkait dugaan pelecehan tersebut.

“Kami dari Pusat akan tetap memantau perkembangan kasus ini melalui tim kami yang ada di daerah Kota Gunungsitoli, dan jika perlakuan itu terbukti, tentu nya penegak hukum tau apa yang harus di terima pada oknum pelaku, tak ada kata damai untuk kejahatan sexual anak,” tutur Naumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here