Tolak Pabrik Semen di Rembang, JM-PPK Gelar Aksi Solidaritas

Aksi protes menolak kehadiran pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Jumat, 24 Maret 2017.

Reporter : Lukman

BLORA, Jumat (24/3/2017) suaraindonesia-news.com – Sedikitnya 50 simpatisan yang mengatas namakan dirinya Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menggelar aksi protes menolak kehadiran pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Jumat, 24 Maret 2017.

Dalam aksi unjuk rasa yang di pusatkan di depan Pendopo alun-alun Kota Blora tersebut. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah dan Presiden. Diantaranya, menuntut Presiden Joko Widodo supaya menindak tegas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang telah menggeluarkan izin Nomor 660/1/6 tahun 2017 tentang penambangan kembali bahan baku semen di Kendeng.

“Ada tiga tuntutan yang kita bawa, yang pertama menuntut Presiden Jokowi supaya menindak tegas Gubernur Ganjar Pranowo yang telah mengeluarkan izin tambang. Yang kedua menolak tegas aktifitas pertambangan semen di Kendeng sedangkan yang terakhir meminta pemerintah untuk merehabilitasi korban korban akibat pembangunan semen di perbukitan Kendeng,” kata Eko Kota, korlap aksi.

Menurutnya, tujuan aksi ini sebagai bentuk solidaritas untuk menyelamatkan warga Kecamatan Kendeng, Kabupaten Rembang yang berjuang menolak pabrik semen di wilayahnya. Mereka juga prihatin atas dampak lingkungan dan sosial masyarakat Kendeng akibat adanya pabrik semen tersebut.

Tidak hanya itu, aksi ini juga diwarnai dengan aksi treatrikal pengecoran kaki sebagai bentuk  protes yang ditujukan kepada pemerintah agar aspirasinya ditindak lanjuti.

“Dan jika tidak ada tindak lanjut, JM-PPK tetap akan terus demo,” Tegas Eko.

Pantauan suaraindonesia-news.com di lokasi, aksi ini mendapat pengawalan ketat dari petugas, diantaranya, dari jajaran polres 75  personel, Satpol PP kurang lebih 75 personel dan kesbangpol 5 personel, sehingga aksi solidaritas berjalan lancar, aman dan damai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here