Tolak Bayar Ganti Rugi, Caledonian Sky Diseret Ke Ranah Hukum Internasional

RAJA AMPAT, Jumat (8 Desember 2017) suaraindonesia-news.com – Mungkin kita masih ingat tepatnya 3 Maret 2017 yang lalu, Raja Ampat dihebohkan dengan kandasnya kapal MV Caledonian Sky yang mengakibatkan rusaknya terumbu karang. Terkait hal tersebut, Pemda Raja Ampat beberapa bulan yang lalu mengadakan pertemuan dengan Kementerian Kemenko Maritim Koordinator Bidang Maritim. Pernyataan itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Raja Ampat, Marthen L, R Bartholomeus kepada suaraindonesia-news.com di kantornya, Selasa (5/12/17)

“Kami dari Pemerintah daerah, sekda, dinas terkait yaitu DKP, kepala dinas pariwisata, kepala BLUD kita bertemu dengan Kemenko Maritim, untuk menindaklanjuti terkait penyelesaian kasus kapal MV Caledonian Sky,” katanya.

Dijelaskan Marthen, dalam pertemuan itu,Kemenko Maritim menyampaikan bahwa pihak Kapal MV Caledonian Sky keberatan dengan tuntutan ganti rugi  Pemerintah RI (Republik Indonesia), yang taksir kurang lebih 9 Triliun Rupiah.

“Tuntutan ganti rugi itu, melalui proses pemeriksaan tim, yang di komandoi oleh Kemeko Maritim. Namun, pelaku penabrak menilai tuntutan  itu tidak sesuai. Di Jakarta, kami ketemu langsung dengan Menteri Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan,’’ ujarnya.

Lanjut  Marthen, karena geram dan terlalu lama menunggu, akhirnya Pemerintah RI melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum internasional.

“Kita tunggu saja keputusannyal, minggu lalu tim dari Kementerian Lingkungan Hidup,berada di Raja Ampat, tujuannya untuk memeriksa kembali kerusakan terumbu karang di areal kandasnya kapal MV Caledonian Sky,’’ tandasnya.(Zainal La Adala)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here