Tol Pasuruan-Probolinggo Sesuai Target Hari Raya Idul Fitri 2018 Sudah Selesai

Foto : Agus Minarno (baju putih) selaku PPK proyek tol Paspro pada Kementrian PU - PERA. (bro).

PROBOLINGGO, Selasa (7 November-2017) suaraindonesia-newa.com – Proyek pekerjaan tol Pasuruan – Probolinggo  (Paspro) seksi 1, 2, dan 3 dari Pasuruan – Leces sesuai target pada Juni 2018 bisa selesai, dan bisa di uji coba untuk mudik lebaran 2018.

Hal tersebut dikatakan Agus Minarno selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek tol Paspro pada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, (PU PERA) kepada suaraindonesia-news.com, Selasa (7/11/2017) siang ditempat kerjanya.

“Saya optimis, bahwa proyek tol Paspro sesuai target, pada lebaran hari raya idul fitri 2018 bisa selesai dan bisa di uji coba dilalui untuk mudik lebaran,” ujarnya.

Sedang untuk proyek tol Paspro lanjutan seksi IV dari Kecamatan Leces sampai Gending Kabupaten Probolinggo, sepanjang 12 km akan segera dilaksanakan. Rencananya, di bulan November ini akan dilakukan konsultasi publik atau sosialisasi kepada masyarakat oleh tim dari Propinsi Jawa Timur bersama PPK proyek tol Paspro.

“Saya berharap pada pengerjaan seksi berikutnya ini sudah tidak ada lagi kendala pada pekerjaan proyek tol maupun pembebasan lahanya,” ucapnya.

Sementara ini, kata Agus, untuk pembebasan lahan sudah ada sekitar 1000 bidang yang meliputi wilayah Leces hingga Gending, dengan total anggaran untuk pembebasan lahan sekitar Rp.550 milyar. Anggaran pembebasan lahan tersebut sudah kita ajukan lewat APBN 2018.

“Kalau untuk urusan pekerjaan infrastruktur kan menjadi tanggung jawab pihak investor/PT. Waskita Karya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan seksi berikutnya, dia menekankan pihak rekanan penyedia tanah urug /sirtu agar benar benar sesuai prosedur yang berlaku. Seperti dokumen perijinan CV/PT harus benar benar mempunyai ijin dari kementrian ESDM di Propinsi Jawa Timur.

“Sementara ini, data rekanan penambang untuk penyedia tanah urug proyek tol Paspro yang sudah sesuai prosedur Kementerian ESDM baru ada 7 perusahaan,” terangnya.

Disinggung insiden ambruknya girder jembatan tol penghubung jalan Desa di Grati Pasuruan beberapa pekan lalu yang mengakibatkan seorang pekerja proyek meninggal dunia di TKP karena tertimpa girder yang ambruk, Agus Minarno menegaskan, kejadian tersebut merupakan bencana dan siapapun tidak bisa terhindar jika bencana sudah datang.

“Menurut saya PT. Waskita Karya selaku investor dan pelaksana proyek sudah bertanggung jawab penuh terhadap diri korban hingga kebutuhan hidup keluarganya yang ditinggalkan,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, baru baru ini dirinya dengan pihak Investor  (PT. Waskita Karya) bersama sama dengan Pemerintah Daerah dan Polres setempat juga telah melakukan kegiatan sosial pengobatan gratis dan perbaikan rumah warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo dan warga Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo yang terdampak adanya kegiatan pekerjaan proyek tol Paspro.

Selanjutnya mulai minggu depan kami akan menginventarisir jalan jalan Desa yang rusak akibat imbas proyek tol Paspro.

“Jalan jalan Desa yang rusak akibat imbas proyek tol Paspro ini kita data dan segera akan kita perbaiki seperti semula, bahkan lebih bagus,” pungkasnya. (Bro/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here