Tol Paspro Desember 2018 Sudah Rampung

Tol Pas-Pro akhir Desember 2018 sudah rampung dan bisa di operasionalkan

PROBOLINGGO, Rabu (10/10/2018) suaraindonesia-news.com – Proyek Nasional jalan tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) seksi 1- 2 -3 sepanjang 33,35 km diperkirakan akhir Desember 2018 sudah rampung dan sudah bisa di operasionalkan.

Seperti diungkapkan Dwi Pratikto Direktur Utama PT. Trans Java yang menangani pengerjaan proyek jalan tol Paspro pada sejumlah awak media, Rabu (9/10) petang saat di lokasi proyek jalan tol Paspro.

Dwi Pratikto menjelaskan, pengerjaan kontruksi tol ini tergantung dari lahan. Mengenai lahan sudah diselesaikan oleh Pak Agus Minarno sebagai PPK Kementerian PUPR sudah cukup baik, cukup lancar, walaupun ada sisa sedikit namun sudah selesai.

“Dengan lahan yang sudah mendekati 100 persen tentunya tinggal pengerjaan fisik yang harus kita kejar. Sementara ini untuk pengerjaan fisik sendiri dari seluruh yang ada sudah mencapai 88 persen,” terangnya.

Mudah mudahan direncanakan nanti pada minggu ke 4 bulan Dwsember-2018, Insya Alloh sudah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. “Ini kita upayakan dengan waktu yang tinggal 3 bulan ini bisa kita selesaikan dengan baik” ujar Dwi Pratikto.

Disinggung soal kendala yang terjadi, Dwi Pratikto menyebutkan, kendala fisik secara kesuluruhan ini tinggal 2 (dua) jembatan saja yang belum selesai. “Jembatan tinggal dua yang belum selesai, yang satu di posisi pondok putri, yang satu di Wringinanom Tongas. Total jembatan ada 33, saat ini tinggal 2 jembatan yang belum tuntas,” jelasnya.

Sementara itu, untuk progres fisik tol Paspro di seksi 3 sepanjang 6,8 km dari STA 29 sampai ke 31.200, panjang ren sekitar 3,68 menurut penjelasan Mohamad Gilang Ramadani, selaku Project Manager tol Paspro seksi 3 PT Waskita Karya, mengenai progres fisik sudah mencapai 99,98 persen.

“Saat ini tinggal pemeliharaan saja, selanjutnya tinggal perapian saja,” imbuhnya.

Menurutnya, selama pengerjaan hambatan yang menonjol tidak ada, hanya perbaikan yang kecil kecil saja. “Sejauh ini kendala tidak ada. Kalau dulu kendala tergantung cuaca cenderung tinggi, namun bisa kita lakukan langkah langkah preventif untuk percepatan. Pada saat kering alat alat berat sudah bisa melaksanakan pekerjaan sesuai skedule,” ungkap Mohamad Gilang Ramadani.

Disinggung persoalan Sutet yang sempat diperbincangkan karena sempat menghambat pekerjaan tol Paspro di seksi 3, Mohamad Gilang Ramadani menyebutkan, pemindahan Sutet sampai saat ini sudah ada langkah langkah, sehingga Sutet itu sudah bukan lagi kendala.

“Jadi kendala Sutet itu hanya kurang lebih satu bulan saja. Setelah itu sudah tidak ada lagi kendala Sutet,” katanya.

Ditempat berbeda Didik Sapto selaku Project Manager tol Paspro seksi 2 PT. Waskita Karya mengatakan, untuk progres fisik tol Paspro seksi 2 dari STA.15.400 – 29, sekitar 13,8 km, progres sudah mencapai sekitar 93 persen, yang belum selesai sekitar 8 persen, itupun yang kecil kecil saja.

Sementara itu, Agus Minarno selaku PPK dari Kementerian PUPR menyampaikan, secara keseluruhan tol Pasuruan – Probolinggo sepanjang 31, 35 km jadi, alhamdulillah sudah di rillies oleh Pemerintah Propinsi, dalam hal ini Kepala Dinas PU. Beberapa ruas yang memang harus secara skedul bisa di operasionalkan. Jalan tol Paspro panjang 31,35 km terdiri dari 3 seksi. Seksi 1 ada di simpang susun Tongas, Seksi 2 di Probolinggo barat, dan Seksi 3 di Leces.

Jadi 3 seksi ini yang rencana untuk di operasionalkan dan peresmian tol Pas-Pro. Sesuai rencana setiap jalan tol idealnya nanti yang berhak meresmikan Insya Alloh Presiden RI. Semoga kami harap hadir untuk melihat yang kearah timur ini.

“Supaya pembangunan yang diharapkan ini, Trans Java dari Jakarta – Banyuwangi nanti pintu gerbangnya harus melewati Pasuruan – Probolinggo,” ucap Agus.

Untuk Jakarta – Banyuwangi, menurut Agus Minarno, kalau di rillies sementara sampai Paiton. Mungkin kalau 2019 baru realistis. Kalau Situbondo – Banyuwangi masih proses didata legel dan desain. Karena di Banyuwangi kemarin ada beberapa mediasi yang kena cesar gempa harus dipindah di beberapa titik.

Agus Minarno menambahkan, tol Paspro seksi 1-2-3 ada penambahan lahan sekitar 16 – 18 hektar untuk kebutuhan kontruksi. Diantaranya untuk menopang elevasi urukan yang tinggi, seperti saluran, coverage dan coverpass.

“Penambahan lahan dengan nilai nominal sekitar Rp.60 milliar, tersebar di Kabupaten Pasuruan dan seksi 2 di Probolinggo. Ini sudah dilaksanakan oleh BPN mulai minggu depan sudah mulai pembayaran. Untuk penambahan lahan di Leces Insya Alloh minggu depan sudah bisa dibayar,” pungkasnya.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here