Tinggal di Gubuk Reot, Nenek 69 Tahun Dapat Atensi TRC PA

TIM TRC PA Foto Bersama di Depan Gubuk Adilia Harefa Usai Penyerahan Sembako. Foto: Topan/SI

GUNUNGSITOLI, Selasa (25 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Nenek Adilia Harefa (69) warga Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara ini tinggal di gubuk ukuran 1,5×2 meter dengan beratap rumbia dan beralas tanah.

Gubuk kecil tersebut terletak di antara pohon sagu dan pohon kelapa, tepatnya di Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Sumatera Utara.

Nenek tua ini menderita penyakit lumpuh, kedua kakinya tidak bisa bergerak dan tangannya juga tak berfungsi normal.

Saat menemukan nenek ini, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Langsung lakukan aksi sosialnya.

Tak menunggu lama, tim yang ada di Nias Langsung bergerak memberikan bantuan sosialnya.

Saat tiba di lokasi, TRC PA yang dipimpin langsung oleh Korwil TRC PA Sumatera Utara, Tri Topan beserta jajaran dan Korda Gunungsitoli, Sonifati Mendrofa menyerahkan bantuan sosialnya berupa sembilan bahan pokok (sembako) seperti, beras, susu, roti, gula, telur, sirup, dan beberapa kebutuhan lainnya.

Kepada media ini, Tri Topan menjelaskan jika pihaknya meminta aksi sosial langsung dari Pemerintah.

“Kita dari TRC PA akan berusahan untuk memfasilitasi Nenek ini ke Pemerintah, agar nenek tersebut dapat bantuan dan perhatian khusus, apalagi Nenek ini tidak ada keluarga dan hanya hidup seorang diri,” tutur Topan.

Lanjutnya, kita juga berterimakasih kepada Sahima Zebua, 55 tahun yang mau mengurus Adilia untuk di beri makan selama tinggal di gubuk, ucap Topan mengakhiri.

Menyambut bantuan sosial dari TRC PA, nenek yang hidup sebatang kara ini menyampaikan terimakasih kepada TRC PA karena sudah memperhatikannya dan memberi bantuan.

Nenek ini pun menceritakan tentang kehidupannya, 3 Tahun yang lalu, dia tinggal di rumah anak tirinya, lalu dengan berjalannya waktu sang suami meninggal dunia.

Beberapa saat setelah itu, ia sakit, lalu anak tirinya yang sudah punya keluarga itu membuangnya di tepi jalan.

Beruntung ada orang yang mau membantu dirinya, sehingga diberikan kesempatan untuk tinggal di tempat ini.

“Saya mengharap agar pemerintah melihat keadaan saya ini, dan saya juga minta agar saya di urus di panti jompo yang katanya ada di Kota Gunungsitoli,” tutur Nenek itu penuh harap. (Aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here