Tim Sergab Mabesad Cek Penyerapan Gabah Di Tuban

Reporter: Adhi

Tuban, 05/08/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Tim Sergap Mabesad yang dipimpin Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo melakukan pengecekan penyerapan gabah di Kodim 0811/Tuban, Kamis (4/8/2016).

Ketua Tim Sergap, Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo menjelaskan, kunjungan kali ini juga dalam rangka tugas pendampingan swasembada pangan terkait dengan pencapaian target serapan gabah periode Januari hingga Desember 2016.

“Kami ingin melihat langsung dan memastikan serapan gabah di Kabupaten Tuban sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia mengatakan, secara teknis pembelian gabah petani dilakukan oleh pihak Bulog Sub Divre Bojonegoro, tim Sergap yang dipimpinnya hanya mendukung kinerja Bulog dalam melakukan serapan gabah dari petani, sehingga target bisa tercapai optimal tanpa kendala.

“Kami, Bulog dan Kodim akan terus memantau penyerapan gabah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo mengatakan, kendati telah mendapat laporan penyerapan gabah dari petani tidak ada kendala. Keberadaan tim Sergab Mabesad akan berjalan terus, dan memantau bersama-sama tim Korwil baik itu Bulog maupun Kodim di masing-masing daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Selama ini kendala penyerapan gabah tidak ada masalah. Mudah-mudahan jangan sampai ada kendala,” harapnya.

Komandan Kodim 0811/Tuban, Letnan Kolonel Inf Sarwo Supriyo menambahkan, bahwa Sergap merupakan realisasi kontrol dari program kerja sama antara TNI-AD dengan Kementan RI, yang bertujuan untuk meyakinkan masyarakat tani agar tidak rugi saat panen raya padi, danmempertahankan stok beras daerah dan nasional serta ikut memonitor harga beras agar tidak dikendalikan oleh tengkulak.

“Kami berusaha menjembatani pihak petani dengan Bulog supaya masalah harga bisa dikompromikan, sehingga petani mau menjual gabahnya ke Bulog dan Bulog membeli gabah petani,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubdivre Bulog Bojonegoro, Efdal menuturkan, produksi gabah di Kabupaten Tuban sudah mencapai 55 persen,22 ribu ton dari target 40 ribu ton. Jumlah itu diprediksi akan mengalami kenaikan. Pasalnya, masih ada tahap kedua untuk penyerapan gabah dari petani.

“Saya memprediksi penyerapan gabah akan mencapai 100 persen,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here