Tim P2K Provinsi Aceh Temukan Kejanggalan Pembangunan Saluran Tersier Abdya

Tim P2K bersama dinas terkait,PA dan PPTK,saat meninjau lokasi proyek Otsus APBA yang penung kejanggalan,’’Senin 3/2015(N).

Blangpidie-Abdya, Suara Indonesia-News.Com – Ditengah Giatnya pembangunan proyek Otsus APBA 2015 di Kabupaten Abdya,Tim P2K bentukan pemerintah provinsi Aceh, turun memantau ke lokasi pembangunan sejumlah infrastruktur yang anggarannya bersumber dari dana OTSUS  APBA menemukan satu kejanggalan dalam pelaksanaan,paket proyek pembangunan saluran tersier, yaitu saluran yang mengairi langsung ke sawah yang akan dialiri di tiga titik lokasi yang telah ditetapkan, diantaranya  gampong Keude Paya, Lamkuta dan gampong Baharu Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya, Senin  (3/8/2015).

Amatan di lapangan, Tim P2K itu turun pertama sekali untuk memantau pembangunan saluran pengairan persawahan yang dikerjakan oleh Cv Mustika, selaku pelaksana dengan anggaran 985 juta rupiah,namun hasil yg ditemui tim P2K bersama Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK) di dampingi Dinas terkait, saat meninjau kegiatan dilapangan menemukan pekerjaan paket itu  tidak sesuai dengan  perencanaan,

Terkait dengan batas waktu pekerjaan, perencanaan pembangunan saluran tersier tersebut memiliki panjang 1845 meter, ironisnya, kegiatan pembangunan yang menggunakan dana publik itu baru dikerjakan 45% dan terlihat kondisi nyata di lokasi pekerjaan, masih dalam tahap penggalian, belum terlihat kontruksi dari pembangunan saluran itu dan tidak terlihat adanya papan nama informasi proyek di lokasi, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang RI No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 15 Huruf (d.) dan juga  Perpres  No 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas peraturan presiden  nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, padahal sisa waktu pekerjaan tinggal 2 bulan lagi,dikarenakan kontrak akan berakhir pada bulan oktober mendatang.

Sementara itu kepala SKPK dinas terkait,PA dan PPTK,saat dikonfirmasi sejumlah wartawan,sepakat menghimbau”kepada rekanan mohon lebih tanggap dalam melaksanakan pekerjaan dan apabila nanti saat tempo  batas waktu tiba,PA dan PPTK akan mengambil ketegasan” terangnya sembari manambahkan pihak rekanan untuk serius,karena sanksi tegas bisa dikenakan yaitu pemutusan kontrak,mengingat  waktu pengerjaan  yang semakin mendekati masa akhir kontrak.

Dalam kesempatan itu,Wisman selaku pihak rekanan dari Cv Mustika,berdalih “keterlambatan itu  terjadi karena berkaitan dengan musim tanam serentak,sehingga menyebabkan penggalian terhenti di ketiga titik yang direncankan,akibatnya pihak kami selaku rekanan mesti menunggu hingga selesai waktu panen nanti”,terangnya,seraya menambahkan,baru 45 % yang sudah dikerjakan, Ia juga menjelaskan,pekerjaan tetap dilanjutkan sambil mencari celah yang bisa dikerjakan dan tidak mengganggu kegiatan musim tanam serentak hingga musim panen tiba.Setelah mengontrol lokasi paket  pembangunan saluran tersier yang bermasalah  itu  tim P2K pun  langsung menuju ke sejumlah lokasi pembangunan proyek OTSUS APBA lainnya di Kabupaten Abdya,adapun agenda tim bentukan Gubernur Aceh tersebut,pada hari yang sama,memantau paket pekerjaan di  dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan. (N)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here