Tim Inspektorat Diminta Lebih Profesional Dalam Pemeriksaan Saluran Drainnase 2017

Saluran Drainnase di Kota Kuala Tungkal

TANJAB BARAT, Rabu (14/2/2018) suaraindonesia-news.com – Kegiatan saluran Drainnase di Kota Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat, dengan Volume saluran drainase : 2.362,20 M Box Culver 54.00 M, dengan nilai kontrak Rp 4.127.227.000, Pelaksaan PT. Zulaiha, sumber dana ADB LOAN 3122-INO 2017, Kons Pengawas CV. Elsana Cipta Prima, disinyalir bekerja tidak sesuai dengan RAB.

Pekerjaan tersebut pada saat ini sedang diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Tanjab Barat. Terendus kabar, pekerjaan tersebut diperiksa oleh Inspektorat hanya formalitas saja alias melengkapi aturan yang berlaku, sebab pekerjaan tersebut yang mengerjakan adalah tim sukses Bupati-Wakil Bupati terpilih.

Pengerjaan tersebut juga terlihat tidak beraturan, terlihat jelas seperti air hujan yang mengalir ke Drainnase tidak mengalir sebagai mana mestinya, sebab posisi fisik Drainnase di perkirakan tidak sesuai kemiringannya, sehingga airnya tergenang tidak mengalir ketempat seharusnya.

Di tempat terpisah, Ketua LSM-RAPI Tanjab Barat Erham, SAg, Rabu (15/2) menjelaskan kepada suaraindonesia-news.com, mulai dari awal pekerjaan cerucup yang harus dipakai 10-15 diameter dan pajang cerucup yang masuk kedalam tanah sekitar 250 cm, namun yang dilakukan oleh rekanan ini tidak demikian.

“Jangankan 15 diameter, 10 diameter saja ukurannya tidak masuk, dan juga panjang cerucupnya berpariasi dari 220, sampai 240 cm saja,” terangnya.

Menurutnya, dilokasi pengerjaan, dengan ukuran pas sesuai dengan aturan tidak ditemukan, belum lagi termasuk mutu beton dan yang lainnya.

“Diluar dari itu, kerusakan fasilitas Pemkab yang disebabkan pekerjaan Drainnase tersebut rekanan harus bertanggung jawab, jangan ditinggalkan begitu saja, dan juga Inspektorat harus benar-benar periksa pekerjaan tersebut, jangan pilah-pilih, kita sama-sama mengetahui kalau pekerjaan Drainnase 2016 silam fisik tersebut pekerjaannya lebih baik dan rapi jika dibandingkan dengan pekerjaan Drainnase 2017 ini, dan juga pekerjaan 2016 silam tidak merugikan fasilitas Pemkab yang lainnya,” paparnya.

Lanjut Erham, jika dilihat dari pekerjaan Darinnase tahun 2017 ini memang tidak beres alias amburadul, segala ahli pembangunan mengatakan pekerjaan tersebut memang tidak mengikuti aturan yang sudah ditentukan oleh dinas terkait (RAB). Jika nanti pekerjaan Drainnase 2017 ini diperiksa namun tidak mendapatkan temuan, berarti kinerja pemeriksa memang benar-benar tidak baik dan tidak profesional.

Baca Juga: Sekda Kabupaten Tanjab Barat Resmikan Acara Sosialisasi Pendaftaran NPWP 

“Terlihat jelas kerjaan tersebut dikerjakan terkesan asal jadi saja, jelas Erham,” jelas Erham.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Tanjab Barat, Supra Yogi mengatakan, kalau ia lihat pekerjaan Drainnase 2017 ini memang benar-benar semberaut, jadi menurutnya Inspektorat harus besikap professional.

“Drainnase TA 2016 dengan kuncuran Dana yang sama, dikerjakan oleh rekanan lain dianggap pekerjanya profesional ketika diperiksa pekerjaan tersebut bisa mendapatkan temuan sekitar Rp 580 juta,” terangnya.

Hal yang sangat mustahil kata Supra Yogi, kalau pekerjaan Drainnase 2017 ini jika diperiksa tidak mendapatkan temuan sama sekali, skala kecilnya saja terlihat diameter cerucupnya tidak mencukupi ukuran yang ada, belum lagi tentang fisik pekerjaannya, dan bentuk pekerjaannya juga tidak beraturan dan tidak lurus (berbelok-belok).

“Agar semua pihak mengetahuinya, hasil pemeriksaan Drainnase ini harus di publikasikan, jangan terkesan ditutup-tutupi. Inspektorat harus profesional, jangan mentang-mentang pekerjaan ini di kerjakan oleh tim sukses Bupati-Wakil Bupati terpilih, lalu Inspektorat bungkam dan tutup mata,” ucap Ketua KNPI itu.

Menurut Alkafi pemeriksa pekerjaan Drainnase dari Inspektorat memaparkan, diukur dan dihitung terlebih dahulu fisik pekerjaan Drainnase yang ada.

“Iya memang keseluruhannya harus kita ukur dan dihitung terlebih dahulu, kalau waktu kita ukur mulai dari mutu beton, dan yang lainnya memang berpariasi, jadi kalau semuanya sudah lengkap baru kita hitung sesuai dengan yang ada, dan juga nanti hasil dari penghitungan tersebut kita serahkan langsung kepada pimpinan kita yakni inspektur Inspektorat, kalau sekarang belum bisa kita kabari dari hasil tersebut, karena masih dalam proses pengukuran,” papar Alkafi.

Reporter : M.Yatib
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here