Tidak Layak Tanam, Petani Kota Gunungsitoli Kembalikan Benih Padi Ke Disperta

Ketua kelompok tani Totonafo

Reporter : T2g

Gunungsitoli, Jumat 2/9/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Kelompok Tani Totonafo, Desa Gawu gawu Bouse, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara kembalikan benih padi ke dinas pertanian Disperta) setempat, karena dianggap tidak layak tanam.

“Dinas pertanian Kota Gunungsitoli telah memberikan kami benih yang tidak layak tanam, bagai mana tidak benih yang kami terima dari Dinas Pertanian beberapa hari lalu dalam kemasan tertutup plastik bening. Dari luar benih tampak berkutu dan hampa/kopong, serta benih yang diberikan kepada kami ini sudah habis masa kadaluwarsa,” kata Ketua kelompok Tani Totonafo, Afolo Zega, Jumat (2/9/2016).

 Untuk itu kata Afolo Zega, pihaknya sebagai petani mengembalikan benih padi yang tak layak tanam itu ke dinas Pertanian Kota Gunungsitoli sekaligus meminta kepada dinas pertanian untuk memberikan benih yang layak dan bagus.

Di tempat yang sama petugas BPSB Provinsi Sumatera Utara, Jabotin Simanjuntak yang di tugaskan di wilayah Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli saat di mintai tanggapannya terkait pengembalian benih tersebut, ia mengatakan bahwa penyaluran benih padi kepada kelompok tani tersebut dinas pertanian belum melibatkan pihaknya.

“Penyaluran benih padi kepada kelompok tani oleh dinas pertanian belum melibatkan kami,” ujarnya singkat.

Sementara ketua DPD LSM GPN Kota Gunungsitoli, Sonifati Mendrofa mengatakan pihaknya sangat menyayangkan benih padi yang disalurkan/di distribusikan dinas pertanian selama ini asal asalan.

“Yang disebut benih padi unggul itu bukan seperti ini, benih padi unggul itu harusnya di awasi oleh BPSB, mulai dari penakaran benihnya, pembersihan lahan, pengolahan, perlakuan benih, persemaian, penanaman, perawatan/pemeliharaan, pasca panen, penjemuran, penyimpanan, pembuatan lebel, pengemasan bahkan pada tahap pendistribusian kepada masyarakat penerima manfaat,” terang Sonifati yang kebetulan juga berprofesi sebagai petani.

Jadi lanjut Sonifati, jelas benih yang di salurkan dinas pertanian kota gunungsitoli di sinyalir menguras keuangan negara dengan mengatasnamakan menyukseskan pertanian petani.

“Untuk itu saya sebagai ketua LSM GPN  meminta kepada pemerintah kota gunungsitoli, aparat penegak hukum, BPK Provsu, dan DPRD kota Gunungsitoli agar sesegera mungkin meninjau ulang serta memproses secara hukum, mengaudit serta benar-benar mengawasi program dinas pertanian kota gunungsitoli ini,” tegasnya.

Bahkan menurutnya, Benih asal asalan ini sudah berlangsung beberapakali berturut turut. (sudah menjelang tiga tahun berlangsung mulai dari TA 2014 S/D TA 2016, red).

“Jadi tidak ada alasan lagi dinas pertanian mengatakan kehilafan atau di ganti begitu saja,” tegas Sonifati.

Pantauan media ini, ketua kelompok tani Totonafo di dampingi beberapa petani lainnya, Rabu, (31/08) menyerahkan/mengembalikan satu bungkus benih padi kepada Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli yang di terima langsung oleh Kabid ketahanan pangan, Dermawan Zagoto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here