Tidak Dilengkapi Fasilitas, Mahasiswa Abdya Segel Gedung Asrama Putra

Bangunan Asrama putra Abdya yang disegel mahasiswa di Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Rabu (8/3/2017)

Reporter : Nazli MD

BANDA ACEH, Rabu (8/3/2017) suaraindonesia-news.com – Akibat tidak lengkap fasilitas yakni, Air, listrik, serta pelengkapan kamar,  ‎Mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya) menyegel Gedung Asrama Putra Abdya, di kawasan Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Koordinator Mahasiswa Abdya, Khalis Surry, mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan, karena pihaknya merasa pemerintah daerah Abdya tidak mengurus asrama bantuan ini dengan baik, sehingga telantar.

“Terdapat tiga gedung asrama Abdya. Gedung bantuan aspirasi Anggota DPRA, Al Manar, dibangun tahun 2009 dengan anggaran Rp1,8 miliar. Gedung bantuan pemerintah Arab Saudi dibangun tahun 2012 dengan anggaran Rp7,7 miliar yang memiliki 42 kamar tidur, 1 ruang aula, 1 ruang kantor dan 21 kamari mandi dan ruang parkir,” terangnya kepada sejumlah wartawan. Rabu (8/3/2017).

Selanjutnya, gedung bantuan PT Pertamina (Persero) dibangun tahun 2013 dengan anggaran Rp 5,8 miliar, yang memiliki 56 kamar tidur, 1 lapangan olahraga serba guna, 36 kamar mandi, 1 musala dan tempat wudu beserta sebuah taman di depan kamar lantai satu.

“Kondisi saat ini memprihatinkan. Gedung asrama Pertamina saat ini tidak memiliki listrik, pascameledaknya trafo pada Desember 2016 lalu, yang membuat air juga tidak ada. Sehingga kamar tidak bisa difungsikan dan diurus dengan baik oleh mahasiswa yang tinggal,” katanya.

Khalis mengatakan, selain itu banyak fasilitas gedung bantuan Pertamina yang rusak, meskipun belum digunakan. Seperti lapangan olahraga, lantai asrama, atap bocor, sejumlah pintu kamar yang rusak dimakan rayap, serta beberapa fasilitas lainnya‎.

“Selain itu, gedung asrama Arab Saudi saat ini tidak terisi penuh oleh mahasiswa, hanya belasan mahasiswa yang tinggal. Gedung ini memiliki listrik, namun tidak dialiri air, sehingga seluruh kamar mandi tidak dapat digunakan. Selain itu, banyak fasilitas yang rusak seperti lemari, ranjang tidur, meja, atap bocor, hingga arus listrik yang tidak stabil berpotensi mengalami korslet dan kebakaran. Sementara asrama bantuan aspirasi Al Manar, memang tidak ditempati karena tidak layak huni lagi,” ujarnya.

Pihaknya berharap, Pemerintah Abdya dapat lebih menghargai dan memperhatikan bantuan dari orang lain tersebut. Selain bangunan dan fasilitas yang rusak, aturan asrama juga belum diselesaikan.

“Kami meminta aturan tersebut juga diselesaikan, mengingat banyak adik-adik yang ingin tinggal di asrama, tetapi belum bisa,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here