Terapkan Bahasa Madura dan Kebudayaan, Disdik Sumenep Gelar Pelatihan Kepsek dan Ketua KKKS

SUMENEP, Rabu (26/09/2018) suaraindonesia-news.com – Guna menerapkan bahasa dan kebudayaan asli daerah Sumenep, Madura, Jawa Timur, Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar pelatihan bagi Kepala SMP Negeri dan Ketua KKKS Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

Pelatihan yang diikuti sebanyak 70 orang ini, terdiri dari 43 SMP Negeri dan 27 Ketuan KKKS Kecamatan. Pantauan media, pelatihan tersebut digelar selama dua hari, mulai Senin – Selasa 24 – 25 September 2018 di Hotel Utami Sumenep.

Kegiatan ini menghadirkan 3 narasumber yang ahli di bidang budaya dan bahasa Madura. Di antaranya, Tadjul Arifin, H. Sunaryo, dan Moh. Taufik.

Hari pertama pelatihan, Dinas Pendidikan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan lima pambahasan. Yaitu pembahasan 5 hari akademik dan 1 hari non akademik.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep H A Shadik, mengatakan tujuan dari pelatihan itu dalam rangka membahas pemetaan kebijakan berkaitan dengan wajib berbahasa Madura, serta menggunakan budaya Madura dalam setiap kegiatan.

“Problematika PR di sekolah negeri, perlunya sekolah binaan dari SDN ke SMPN, dan kebijakan kelas khusus siswi dan siswa. Yang terakhir membahas perlunya Training center untuk Akademik dan Non Akademik,” kata Shadik, Rabu (26/09).

Shadik menjelaskan, dari hasil FGD tersebut, semua pihak yang terlibat sama-sama menyepakati untuk membentuk tim teknis guna lebih membahas secara detail.

“Untuk kemudian diplenokan bersama,” jelasnya.

Lenih lanjut Shadik menjelaskan, untuk hari kedua, pada sesi siang, pembahasan kembali dilanjutkan. Fokus pembicaraan kali ini berkaitan dengan Gerakan Kabupaten Literasi.

“Minimal 1 kelas pada semua sekolah se-Kabupaten Sumenep ada kelas Literasi,” pungkasnya.

Reporter : Ifa
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here