Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Bangkalan Realisasikan RTK

Foto: Muzakki, S. Kep. NS. MMKes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, (Foto: Anam/SI)

BANGKALAN, Rabu (20 September 2017) suaraindonesia-news.com – Untuk meminimalisir angka kematian ibu dan anak bayi di Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan realisasikan program Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Singgah Disini Ibu Dan Anak Menjadi Aman (Singgani Idaman).

RTK Singgani Idaman menurut Muzakki, S.Kep.NS.MMKes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan memiliki tiga tujuan mencegah terlambat yakni terlambat mendeteksi, terlambat merujuk, dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan serta menjadi faktor penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Rumah tunggu kelahiran awalnya berasal dari tingginya kematian ibu dan anak. Biasanya mau masuk kerumah sakit RS nya ful, saat RS full maka akan ditaruh dirumah tunggu yang lokasi cukup dekat dengan RSUD Bangkalan dan itu bisa digunakan gratis bagi pasien serta untuk tiga orang yang mendampingi mendapatkan fasilitas makan gratis,” ujarnya.

Dari hal tersebut diatas maka RTK Singgani Idaman Kabupaten Bangkalan juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas lain diantaranya Senam ibu hamil, senam nifas, konsultasi ibu dan bayi, dapat konsumsi bagi pasien dan tiga orang pendamping, fasilitas antar jemput, dekat dengan fasilitas yang dituju (RSUD syamrabu Bangkalan,Red).

“Pada prinsip aturannya dari pusat lokasi RTK tidak boleh jauh dari rumah sakit. satu rumah tunggu satu orang dibantu oleh kader yg jaga bidan dan tim gizi. sementara ini untuk konsumsinya kita pakai catring,” tuturnya.

Muzakki mantan Kepela Puskesmas Labeng itu juga menambahkan bahwa untuk tahu mendatang selain satu RTH berlokasi di perum Nilam yang sudah diresmikan pada Selasa (19/09) kemarin tersebut pihaknya juga sudah mengajukan permohonan pada pemerintah pusat agar Kabupaten Bangkalan tahun 2018 bisa mendapatkan lima (5) unit RTK.

“Kita sudah mengajukan dan menganggarkan 4-5 RTK pada tahun 2018 depan untuk mengantisipasi melonjaknya peneri. karena saat kita analisa banyak yg meninggal paska melahirkan,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukakan karena Muzakki selaku Kadinkes mengaku berkomitmen untuk mampun menekan seminimal mungkin agar tidak lagi terjadi kasus yang menyebabkan kematian ibu dan bayi.

“Sebenarnya target nasional tidak boleh lebih dari 24 korban jiwa dalam setiap tahunnya, namun kalau harapan saya tidak ada yang sampai meninggal dan itu sekaligus target saya,” sambungnya. (Anam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here