Tarik Pernyataan Penyerahan Anak, Orang tua Korban Penelantaran Anak Terancam Dipolisikan

Orang tua korban yang menanda tangani surat pernyataan penyerahan anak.

KOTA BATU, Senin (25/6/2018) suaraindonesia-news.com – Surat pernyataan penyerahan anak yang dilakukan oleh orang tua korban penelantaran 5 balitanya, Muhammad Budiono (30) warga yang kontrak di dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, kota Batu, Jawa Timur, kini kian memanas.

Warga Dusun Jenglon Caru, desa Pendem, Kecamatan junrejo, Kota Batu, tidak terima jika surat pernyataan penyerahan anak yang dilakukan Muhammad Budiono, Senin (18 Juni 2018) ditarik kembali Dan hendak mengasuhnya kembali.

Hal itu disampaikan oleh warga, pertemuan antara warga dan orang tua korban yang dimediasi oleh Dinsos kota Batu. Senin (25/6/2018) siang di kantor Dinsos kota Batu.

Alasan warga, surat pernyataan penyerahan anak yang dibuat oleh Budiono yang sekaligus disaksikan oleh Dinsos, RT dan warga atas kesadaran sendiri dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

“Ya memang benar ada pertemuan warga dengan keluarga Budiono di Dinsos, dalam pertemuan itu Istri Budiono ingin menarik surat pernyataan penyerahan anak, namun warga tidak setuju, karena kuwatir lima anaknya ditelantarkan kembali,” Kata Teguh ketua RT 29 RW07 Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Menurutnya, perilaku orang tua korban yang jarang memberi makan dan minum, dan juga sering melakukan penganiayaan orang tua korban kepada anak-anaknya menjadi pertimbangan warga, warga berkeinginan agar kehidupan masa depan lima anak itu lebih cerah dan jelas.

“Kalau ngotot akan mengasuhnya kembali, warga disini, akan memperkarakan kasus tersebut ke Polisi, dengan tuduhan menelantarkan anak dan menganiaya, saya tahu persis orang tuanya itu sering menampar, menjambak, anak diperlakukan seperti hewan,” jelas Teguh.

Ia sebetulnya tidak ingin beramai-ramai apalagi menjadi viral, ia ingin agar kasus penelantaran anak ini bisa segera selesai, kalau misalnya, lima anak ditarik kembali oleh dinas social, warga oke-oke saja tapi jangan diberikan kembali kepada orang tuanya.

“Terus terang ketika diasuh orang tunya, anaknya itu jarang makan, kedua orang tuanya tidak bertanggung jawab, anak-anaknya menunggu kepedulian warga sini, warga sini semua pada kasihan melihat keseharian anak-anak yang masih balita itu,” paparnya.

Kasus itu bermulaketika, lima anaknya yang masih balita ditelantarkan selama empat hari tak diberi makan dan minum oleh orang tuanya pada saat lebaran kemarin, Anak pertama yang usianya 5 tahun hingga bayi yang usia sekitar satu bulan menangis karena tak ada pasokan makanan, jeritan tangis anak-anak itu terdengar oleh warga sekitar, beruntung lima anak tersebut dapat terselamatkan.

Reporter : Adi Wiyono
Editor :Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here