Taman Wisata Selecta Mulai Digandrungi Warga Suriname

Tengah Sawat alias Marvin Jimmy Moedakir bersama istrinya Soemini Moeljoredjo

KOTA BATU, Kamis (8/11/2018) suaraindonesia-news.com — Tempat wisata peninggalan Jaman Belanda, Selecta Batu Jawa Timur, kini mulai digandrungi Warga Suriname keturunan Jawa. Pasangan suami Istri Marvin Jimmy Moedakir- Soemini Moeljoredjo setidaknya sudah dua kali ini mengunjungi Taman wisata yang didirikan oleh Franciscus de Ruijter de Wildt pada tahun 1928.

Kali ini, ke Kota Batu, Jawa Timur, pasangan suami istri itu mengajak saudaranya di Sir Winston Churchillweg Paramaribo, Suriname, Rudi Muljorejo dan Ribat Trimo Moeljorejo untuk mengetahui lebih dekat keindahan alam wisata Selecta.

Marvin Jimmy Moedakir mengaku kembali ke Selecta kota Batu karena kagum dengan keindahan alam kota Batu, udaranya yang sejuk di banding kota lainnya di Indonesia yang pernah ia kunjungi, dikelilingi pegunungan dan juga model bangunan sebagian masih bernuansa ala Belanda.

“Saya kesini ke Indonesia itu adalah dalam rangka refresing, cuci mata, ingin mendapatkan hiburan agar saya tidak stress, karena saya dirumah tidak ada yang menemani kecuali hanya istri, sementara dua anak saya hanya focus bekerja, tanpa ada perhatian,” kata Sawat panggilan akrab Marvin Jimmy Moedakir.

Ia juga mengatakan jika di Belanda dan suriname sering terjadi bunuh diri karena stress tidak mendapatkan hiburan meski uang banyak, salah satu solusi bagi dirinya adalah liburan ke Jawa Indonesia, karena selain alasan cari hiburan juga karena ayah, ibu dan kakek neneknya berasal dari keturunan Jawa.

“Saya awalnya Warga Negara Suriname keturunan Jawa, diusia 32 tahun saya hijrah ke Belanda dan berubah status menjadi kewarga negaraan Belanda, karena saya bekerja sebagai sopir bus di Qbuzz Den Haag Belanda,” jelas Sawat.

Ia pensiun pada usia 65 tahun, dan sekarang usianya 68 Tahun sedang ia mendapatkan Uang pensiun bila dihitung rupiah nilainya sekitar Rp 25 juta per bulan, uang pensiun yang diterima dari perusahaan swasta dan Negara itulah yang ia gunakan untuk refresing ke Indonesia.

“Saya pinginnya tahun depan kembali ke Indonesia, ke Selecta, menemui teman-teman, saudara-saudara terdekat, saya betah tinggal di Indonesia. Saya juga kepingin menjadi karyawan PT Selecta meski tidak dibayar,” ucap Sawat dalam bahasa jawa.

Sawat juga mengaku bahwa dirinya tidak bisa bahasa Indonesia, tapi bisa bahasa Jawa, karena di negaranya Belanda hanya ada komunitas bahasa Jawa, begitu juga di Suriname bahasa yang digunakan sehari-hari Bahasa Belanda dan Bahasa Jawa.

Orang yang fasis bahasa Inggris, Belanda dan Jerman ini, setelah dirinya kembali ke Belanda akan mengajak temannya yang sudah pensiun untuk berwisata ke Indonesia. Yang menjadi kenangan pada dirinya Ketika di Indonesia adalah sate kambing.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here