Tak Ada Korban Meninggal Dalam Pertandingan Persebaya VS Semeru FC, Bupati Apresiasi Kapolres Jember

Stadion JSG sebelum dimulainya kick off antara Semeru FC VS Persebaya, Rabu (4/10) sore. (Foto: Istimewa)

JEMBER, Kamis (5/10/2017) suaraindonesia-news.com – Jember mendadak menjadi headline di berbagai media baik lokal maupun nasional saat dihelatnya pertandingan sepakbola antara Semeru FC VS Persebaya yang berlangsung di Jember Sport Garden (4/10) sore.

Pertandingan tersebut diwarnai berbagai tindak pengeroyokan sepihak oleh kumpulan masyarakat berpita merah yang menyasar supporter Bonek yang datang untuk mendukung tim kesayangannya, Persebaya yang berlaga kemarin.

Keadaan ini diduga merupakan imbas dari perseteruan Bonek dengan PSHT di Surabaya pada Minggu (1/10) dini hari yang menewaskan 2 orang pesilat PSHT.

Kepolisian setempat pun tidak ambil diam, di bawah komando Kapolres. Jember, AKBP. Kusworo Wibowo terus intens melakukan pengamanan di berbagai tempat, bahkan Kapolres pun langsung terjun ke lokasi dan berkeliling ke berbagai titik kerawanan. Tak hanya pengetatan pengamanan yang ditempuh sang Kapolres, namun dirinya juga melakukan berbagai mediasi guna mencairkan ketegangan.

Baca Juga: Viral di Sosmed, Video Penghajaran di Balung, Ini Kebenarannya

Perlu di garis bawahi, bahwa Kepolisian Resor Jember telah berhasil menciptakan suasana kondusif selama pertandingan dan tidak ada satu pun korban meninggal. Keberhasilan ini tak heran mendapatkan apresiasi dari Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR.

“Kami mengapresiasi kinerja Polres Jember dalam menciptakan suasana kondusif selama pertandingan antara Persebaya melawan Semeru FC kemarin, bahkan untuk menunjukkan kita ini tuan rumah yang baik, Pemkab. Jember dan Polres bahu-membahu mengantarkan supporter Bonek pulang sampai di Surabaya,” terang Faida kepada media usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jember, Kamis (5/10) siang.

Bahkan Bupati Faida pun langsung menulis apreasi ini di halaman fanpage miliknya, berikut yang ditulisnya.

“Olahraga adalah arena sportivitas bukan arena bentrokanSecara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah sangat menyayangkan terjadinya bentrokan antara suporter Bonek Persebaya dengan salah satu perguruan silat, saat laga Persebaya melawan Semeru FC di stadion Jember Sport Garden.

Saya juga sangat mengapreasi kinerja Polres Jember dibawah komando Kapolres Jember AKBP Kusworo serta aparat keamanan lain yang sigap menjaga situasi baik di luar maupun di dalam stadion.

Semua pihak saya minta menahan diri dan selalu jaga persatuan. Lebih baik berlomba-lomba meraih prestasi dalam bidang olah raga.

Pihak panitia penyelenggara (panpel) kita panggil dan berbagai kerusakan sarana stadion JSG telah menjadi tanggungjawab pihak panpel.

Mulai hari ini, pihak panpel sudah berkoordinasi untuk memperbaiki sarana dan prasarana apa saja yang rusak. Semua biaya ditanggung pihak panpel. Saya berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Dan cukup sekali saja terjadi. Olah raga adalah arena sportivitas bukan arena bentrokan “

Sementara mengenai kerusakan-kerusakan atas pertandingan ini, Bupati menerangkan bahwa hal itu semua sudah merupakan tanggung jawab Panitia Pelaksana, sementara korban luka atas insiden di Balung, Ambulu dan sekitar stadion telah ditangani dengan baik oleh pihak medis dan sudah dibawa pulang ke rumah masing-masing.

“Mengenai korban luka-luka, sudah ditangani dengan baik, dan tidak ada yang terlewatkan, kami masih menginventarisir beberapa kerusakan yang ditimbulkan, dan akan kami evalulasi untuk event selanjutnya,” tutup Bupati Faida. (Guntur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here