Tahun Baru Islam, Pemkab Pamekasan Gelar Pawai Lampion dan Sholawat Bersama

Sholawat bersama di monomen Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Selasa (11/09) malam.

PAMEKASAN, Rabu (12/09/2018) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menggelar festival Muharrom dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1440 Hijriyah yang dipusatkan di monumen Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Selasa (11/09) malam.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Pj Sekda Pamekasan, Mohammad Alwi, mewakili Pj Bupati, Forpimda, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pamekasan, jajaran pimpinan DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kemenag, staf ahli dan para asisten, pimpinan OPD, Alim Ulama dan tokoh agama serta para tamu undangan lainnya.

Festival muharrom yang dikemas dalam sebuah kalender wisata dan diadakan setiap tahun sekali tersebut dimeriahkan dengan pawai lampion dan Pamekasan Bersholawat. Adapaun acara tema kali ini yakni “Wisata Rohani Menggapai Cinta Rasul Untuk Pamekasan Yang Damai Dan Penuh Barokah”.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengatakan, bahwa festival muharrom merupakan rangkaian even pariwisata Kabupaten Pamekasan sampai dengan bulan Oktober.

“Pastinya Pamekasan tidak hanya kaya dengan seni dan budaya tetapi juga dengan nilai-nilai Islaminya. Oleh sebab itu kami Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengemas festival muharrom ini dalam nuasa Pamekasan Bersholawat. Jadi kami inginkan Pamekasan wisatanya itu lebih maju, lebih berkembang, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sedangkan Pj Sekda yang mewakili Pj Bupati menyampaikan, pergantian tahun ini bukan sekedar proses pergantian secara alamiah yang tidak bermakna apa-apa, tetapi perlu kita renungkan kembali perjalanan hidup kita selama satu tahun yang lalu.

“Kita refleksikan untuk mengisi perjalanan hidup ditahun berikutnya dengan berbagai amal kebaikan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Menurut Mohammad Alwi, memasuki tahun baru hijriyah ini merupakan momentum untuk melakukan perjalanan rohani, sehingga kita menjadi manusia yang muttaqin yang senantiasa mendapat manfaat dari Rasulullah Muhammad SAW.

“Karena itu dengan meneladani sikap dan kepribadian Rasullullah dalam menciptakan masyarakat madani tersebut wajib kita wujudkan di Pamekasan. Perbedaan pilihan politik dalam pilkada yang lalu sudah berakhir, tentu saja kondisi yang seperti ini harus kita pertahankan apalagi memasuki tahun politi yang lebih luas yaitu pemilu serentak tahun 2019,” pungkasnya.

Reporter : May/Ita
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here