Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Markonah

Banyuwangi, Suara Indonesia-News.Com – Sejak salah satu keluarga Suhardi, dan Markonah sebagai istrinya mengalami musibah salah satu dari empat putra-putrinya yang mengalami sakit berkepanjangan dan sampai saat ini masih berbaring di salah satu rumah sakit yang ada di Banyuwangi. Akibat dari musibah tersebut ekonomi suami istri itu mengalami surut dan tidak stabil lagi. Karena Suhardi yang setiap harinya sebagai pengecer jamu, sementara Markonah istrinya berstatus guru honorer di salah satu Sekolah Taman Kanak – Kanak.

Lebih parah lagi setelah alat transportasi untuk menjual obat dan barang dagangan, satu – satunya kendaraan bermotor yakni suzuki Chery keluaran tahun 1996 Nopol P 1927 ZO, yang setiap hari dipergunakan untuk mengangkut barang dagangan telah disita oleh Bank Sinarmas Multi Finance, yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat Banyuwangi.

Dalam penuturannya kepada wartawan Suara Indonesia, secara jelas sambil meneteskan air mata menceritakan kronologis pengambilan setengah paksa oleh petugas dari Bank Sinarmas yang pada awalnya untuk menambah modal dan biaya putranya yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit, mengambil pinjaman uang kepada Bank Sinarmas dengan jaminan BPKB kendaraan miliknya. Dari pinjaman itu mendapatkan pinjaman uang Rp. 21.000.000,- yang diangsur selama 36 bulan dengan angsuran setiap bulan Rp. 876.000,-. Sesudah membayar angsuran 7 (tujuh) bulan terjadi musibah putranya yang sakit sehingga tidak dapat membayar uang angsuran selama dua bulan.

Kemudian tepatnya hari Rabu tanggal 4 Mei 2014 telah datang dua orang petugas dari Bank Sinarmas, yang masing – masing berinisial (YD) dan (I) datang untuk mengambil (menyita) kendaraan miliknya. Kebetulan pada waktu itu Bu Markonah sedang sendirian di dalam rumah. Jadi dengan dalih apapun berupaya kedua petugas tersebut memaksa untuk mengambil kendaraan tersebut bahkan ketika Bu Markonah mengambil jalan untuk musyarawah, dan meminta waktu 1 minggu untuk melunasi tunggakan, tetapi oleh petugas tidak disetujui.

Akhirnya dengan terpaksa mobil tersebut dibawa oleh petugas Bank Sinarmas dengan iming – iming bahwa mobil tersebut nantinya akan bisa diambil dan bisa dibayar tunggakannya dikantor, mobil akan diserahkan kembali. Ternyata setelah 2 kali Bu Markonah datang ke Bank Sinarmas, ternyata tidak boleh diambil atau tidak boleh ditarik, terkecuali apabila angsurannya yang kurang 29 kali dapat dilunasi baru mobil bisa ditarik.

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan Suara Indonesia kepad pihak Bank Sinarmas ternyata benar apa yang dikatakan oleh Bu Markonah, walaupun Bu Markonah siap akan membayar tunggakannya selama 3 bulan plus denda, tetapi dari pihak Bank Sinarmas tetap bersikukuh tidak boleh ditarik kembali yang untuk selanjutnya walaupun dengan nada susah, Bu Markonah dengan suaminya tetap berusaha untuk kepastian selanjutnya dengan mengucap “Walaupun sama – sama tidak dirugikan kok tidak mau dari pihak Bank”. (must).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here