Status Penghayat Kepercayaan Pada KTP Masih Membingungkan

Proses pembuatan dan perubahan status di KTP yang dilakukan oleh petugas di Dispenduk Capil Kota Batu

KOTA BATU, Selasa (28/11/2017) suaraindonesia-news.com – Perubahan status penghayat Kepercaayaan pada Kartu Tanda penduduk (KTP) hingga sekarang masih membingungkan , karena prosedur dan tata caranya belum dimengerti oleh masyarakat.

Selain itu surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri ke Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Batu dalam penerapan aplikasi E-KTP belum turun. Meski Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan penghayat kepercayaan untuk mendapatkan hak dari pemerintah.

Khamim Utomo Kabid Pelayanan Pendaftaran Keependudukan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Batu, saat dihubungi, Selasa (28/11/2017) mengatakan untuk menganti status dari agama menjadi penghayat kepercayaan harus ada surat keterangan dari paguyuban penghayat kepercayaan untuk mendapatkan hak pengakuan dari pemerintah.

“Untuk merubah status penghayat kepercayaan itu masyarakat harus mengerti, prosedur dan tata caranya, harus ada surat keterangan dari paguyuban penghayat kepercayaan yang telh terdaftar pada Pemerintah daerah (Pemda) sementara di Batu ada dua yang terdaftar,” Kata Khamim.

Perubahan KTP itu, Kata Khamin sama saja dengan status pindah Agama, prosedur dan tata caranya harus dilalui. Tidak serta merta pindah dengan agama lain. Mereka harus memilikisertifikat, kalau mereka telah pindah agama.

“Begitu juga dengan penghayat kepercayaan, harus ada bukti surat keterangan yang dibuat oleh paguyuban penghayat kepercayaan. jika ada umat beragama yang pindah status agamanya menjadi penghayat kepercaayaan,” ujar Mantan Kasatpol PP Kota Batu ini.

Artinya ujar Khamim, Kalau dari agama A terus mau pindah ke penghayat kepercayaan, tentu tidak bisa serta merta langsung ganti keterangan di KTP, harus ada surat keterangan dari tokoh agama di penghayat kepercayaan itu.

Ia juga mengatakan, selama ini untuk para penghayat kepercayaan di kota Batu, kolom agama tidak terisi keterangan alias kosong. Dengan putusan MK, dalam KTP akan tertulis penghayat kepercayaan.

“Namun terkait dengan masalah itu, kami sudah mensosialisasikan kepada Ketua RT dan RW. Untuk bisa membuat surat pengantar bagi para penghayat kepercayaan, namun tetap harus melihat surat keterangan penghayat kepercayaan yang bersangkutan,” jelasnya.

Sejak tahun 2011 berdasarkan pada UU Nomor 24 dan 33 tahun 2011 tentang Administrasi Kependudukan, kolom agama untuk pada penganut penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dikosongkan.

Sementara itu berdasarkan catatan dari Kantor Kesbangpol Kota Batu untuk aliran penghayat kepercayaan di Kota Batu hanya ada dua. Yakni Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK) Kota Batu dan PD Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Kota Batu. (adi Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here