SMAN 9 Kerjasama Dengan KPU Kota Bogor Gelar E-Voting Pemilihan Ketua Osis

oleh
Devisi Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, DR Bambang Wahyu (tengah) Staf Kesiswaan Dody Kurniadi (kiri)

BOGOR, Kamis (26 Oktober 2017) suaraindonesia-news.com – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Kota Bogor turut berpartisipasi dalam perkembangan kemajuan teknologi dan mendukung penuh sistem reformasi di Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan cara menggelar pemilihan umum Ketua Osis melalui cara E-Voting.

Sebanyak 903 pemilih yang terdiri dari siswa-siswi SMAN 9 Kota Bogor dan diawasi para guru, pengurus sekolah, kepala sekolah dan Devisi Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.

Tiga nama calon Ketua Osis yang diusung oleh para murid SMAN 9 Kota Bogor dan telah berhasil melewati seleksi tim pansel SMAN 9 Bogor yakni Sulthan Fathan, Adam Maulana, Anelta Rayhandreka.

Wakasek Kurikulum SMAN 9 Kota Bogor Dadang Sutisna didampingi Staf Kesiswaan Dody Kurniadi, pemilihan Ketua OSIS melalui sistem E-Voting ini merupakan kerjasama antara KPU Kota Bogor bersama pihak sekolah.

Baca Juga: Kasek SD 071209 Bawonauru Diduga Lalaikan Tugas 

“Kita ingin memberikan suatu proses pembelajaran kepada ketua panitia, para guru dan murid yang berada dilingkungan Sekolah mengenai bagaimana cara menyelenggarakan e-voting dengan langsung, umum, bebas dan rahasia,” ungkapnya.

Dadang menambahkan, terkait input data telah disosialisasikan terlebih dahulu oleh KPU Kota Bogor kepada para warga lingkungan sekolah.

“Hari ini kan sudah memasuki era digital, jadi sudah sewajarnya para murid diperkenalkan dengan sistem e-voting yang bisa menghasilkan berbagai dampak positif kepada murid,” tuturnya.

Menurutnya, para calon ketua Osis yang diusung merupakan para murid terbaik yang lolos dalam tahap seleksi di LDK.

“Sebelumnya mereka menjabarkan visi misi untuk menjadi Ketua Osis dan mereka mempunyai tim untuk mendukung dirinya masing-masing. Sama seperti pemilihan umum asli,” terangnya.

Dirinya berharap, Ketua osis yang terpilih bisa membawa nama baik sekolah baik dalam kegiatan sosial maupun kegiatan lingkungan lainnya.

“Tentu disamping dukungan kita menggunakan sistem e-voting dalam Pilwalkot 2018 di Kota Bogor. Kita juga berharap Ketua Osis yang terpilih dapat membawa nama sekolah dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Devisi Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, DR Bambang Wahyu mengatakan, KPU Kota Bogor terus berupaya untuk melakukan sosialisasi pendidikan politik demokrasi bagi generasi muda.

“Pemilihan Ketua Osis melalui KPU ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan dan mempersiapkan masyarakat khususnya pemula untuk menggunakan e-voting dalam pemilu yang akan dihelat selanjutnya,” ujarnya.

DR Bambang juga mengatakan bahwa undang-undang telah memberikan peluang pemberian suara secara elektronik, namun hal ini perlu dibarengi dengan kesiapan secara teknologi dan sumberdaya serta kesiapan masyarakat dalam pelaksanaanya.

“Bukan tidak mungkin Pilwalkot 2018 mendatang dilakukan secara e-voting. Namun semuanya tergantung politic will dari pemerintah,” ungkapnya.

Sekedar informasi, KPU telah melakukan sosialiasai e-voting sejak 2011 lalu, berbagai sekolah saat memilih ketua osis maupun pemilihan ketua RW sudah dilaksanakan dengan cara e-voting.

Hal ini didasari Pasal 85 UU Nomor 10 Tahun 2016 yang menyebutkan pemberian suara dapat dilakukan melalui perangkat bahan pemilihan suara elektronik dengan mempertimbangkan kesiapan Pemkot dari segi infrastruktur dan kesiapan masyarakat berdasarkan prinsip efisien dan mudah.

“Oleh karena itu, kita terus sosialisasikan ini, sehingga bagi yang ingin meminjam harus menyampaikan surat permohonan terlebih dahulu paling lambat satu bulan sebelumnya. Nanti bakal kita ajarkan mengenai penggunaan sistem e-voting ini,” pungkasnya. (Iran/Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *