Setelah Disurati, Jalan Jarit Diaspal

LUMAJANG, Selasa (15/5/2018) suaraindonesia-news.com – Setelah adanya surat usulan penertiban tambang pasir dan perbaikan jalan di Desa Jugosari dan Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (14/5) kemarin, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang, langsung melakukan aktifitas pemeliharaan jalan di Desa Jarit teraebut.

Namun pada operasi di lahan tambang pasir yang diduga ilegal oleh pihak instansi terkait, diduga sudah bocor duluan. Sebab para penambang pasir yang diduga ilegal ternyata sudah mendengar duluan.

“Yang pasti ada yang membocorkan informasi tersebut, sebab pas petugas datang ke lokasi tambang-tambang, sudah sepi tanpa ada penunggu ataupun pekerjanya,” kata Giyono, salah satu perwakilan pengusaha tambang pasir Lumajang.

Menurut Giyono, hal itu menunjukan kalau pemerintah hanya mempunyai teori saja, prakteknya sudah kalah dengan penambang ilegal.

Sebelumnya, menurut keterangan para pengusaha tambang, bahwa saat ini marak penambangan ilegal yang hilir mudik melewati jalan Desa Jarit dan Desa Jugosari.

“Per hari, kalau dihitung dari 400 truk yang lewat, kalau dari perusahaan kami hanya 150 truk, selebihnya bisa dikatakan ilegal,” Tegas Giyono.

Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada pihak terkait, bahkan sampai laporan ke Polres Lumajang, namun sampai hari ini tidak ada tanggapan.

“Kami sangat menyayangkan, karena kami mengurus izin itu tidak murah, harapan kami para penambang ilegal ini ditertibkan biar PAD bagus, CSR bagus, pajak bagus,” ungkapnya.

Baca Juga: Warga Minta, Jalan Rusak Segera Diperbaiki – 

Warga setempat meminta jalan diperbaiki dan jalur untuk kendaraan tambang dialihkan. Karena itu bukan jalan tambang.

Ketua BPD yang mewakili warga Jarit, Karyo Edi mengatakan jika aempat ada pertemuan antara pihak penambang dan warga serta instansi terkait di mako Polres Lumajang beberapa waktu yang lalu, dan tidak menghasilkan apa-apa.

“Pertemuan itu hanya menghabiskan waktu saja, dari masing-masing pihak saling menyalahkan, cuma ada rencana sebelum hari raya ada perbaikan walaupun cuma tambal sulam,” ujarnya.

Sementara Wakapolres Lumajang Kompol, Budi Sulistyanto SH saat dikonfirmasi awak media waktu itu setelah melakukan pertemuan di mako Polres Lumajang menjelaskan, bahwa Polres Lumajang sengaja mengundang Pengusaha dan warga serta instansi terkait tentang permasalahan yang selama ini terjadi sehingga dilaksanakan Rapat Koordinasi.

Dan hal itu sudah disampaikan dari masing-masing instansi sesuai yang diharapkan warga Jarit, yaitu tentang jalan yang dilewati truk pertambangan, dari dinas PU menyampaikan bahwa semua perbaikan bahkan sudah direncanakan.

“Jadi ada prosesnya tidak langsung hari itu dilaksanakan perbaikan namun ada tahapan proses yang harus dilalui,” terang Waka Polres.

Saat ditanya terkait aktifitas maraknya penambangan ilegal, Wakapolres mengatakan, pihak kepolisian mendata dulu, pihaknya belum tahu apakah ada penambangan ilegal.

“Seperti saya sampaikan di tempat- tempat lain, Polres Lumajang ini sudah melaksanakan himbauan-himbauan, pasang banner sudah, himbauan agar tidak menambang secara ilegal, harapannya itu nanti tidak ada penambangan ilegal,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Panji
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here